Taliban Dilaporkan Usir Warga Kandahar, Beri Waktu Tiga Hari

Rabu, 15 September 2021 - 15:41 WIB
loading...
A A A
Para pemimpin Taliban di Twitter menolak video yang dibagikan secara online tentang kekerasan pada aksi protes yang dipimpin perempuan. Kepala Komisi Kebudayaan, Muhammad Jalal, mengatakan bahwa demonstrasi ini adalah upaya yang disengaja untuk menimbulkan masalah.

"Orang-orang ini bahkan tidak mewakili 0,1% dari Afghanistan," ia menambahkan.

Taliban juga berusaha untuk mengurangi aksi protes, dan sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Taliban pekan lalu menetapkan persyaratan ketat untuk demonstrasi di masa depan, termasuk persetujuan sebelumnya dari Kementerian Kehakiman.

PBB pekan lalu meminta Taliban untuk segera menghentikan penggunaan kekuatan dan penahanan sewenang-wenang terhadap mereka yang menggunakan haknya untuk berkumpul secara damai dan wartawan yang meliput protes.

Respons Taliban terhadap aksi damai di Afghanistan telah "semakin keras" dan telah termasuk penggunaan peluru tajam, pentungan serta cambuk, yang menyebabkan kematian sedikitnya empat orang, kata juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Ravina Shamdasani selama konferensi pers di Jenewa.

Bahkan sebelum Taliban kembali berkuasa, konflik yang berlarut-larut, kemiskinan, kekeringan berturut-turut, penurunan ekonomi, dan pandemi virus Corona telah memperburuk situasi yang sudah mengerikan di mana 18 juta warga Afghanistan – hampir setengah dari populasi – membutuhkan bantuan, menurut badan-badan PBB.

Dengan musim dingin yang sekarang mendekat, banyak orang bisa kehabisan makanan pada akhir bulan, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres awal pekan ini, menambahkan bahwa tingkat kemiskinan telah meningkat sejak Taliban kembali berkuasa.

Baca juga: Taliban Sebut Rusia dan Turki akan Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Terungkap! Drone Iran...
Terungkap! Drone Iran Tembus Fasilitas CIA di Arab Saudi dengan Akurasi Tinggi
Rekomendasi
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
32 Negara Siap Meriahkan...
32 Negara Siap Meriahkan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026
FMIPA UNEJ Tanam 750...
FMIPA UNEJ Tanam 750 Bibit Terumbu Karang, Ekosistem Laut Banyuwangi Mulai Pulih
Berita Terkini
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Infografis
Trump Beri Batas Waktu...
Trump Beri Batas Waktu 100 Hari untuk Akhiri Perang Ukraina-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved