AS Bela Serangan Rudalnya meski Bunuh 10 Orang Sekeluarga Tak Bersalah di Kabul
Rabu, 15 September 2021 - 00:01 WIB
loading...
A
A
A
Sejumlah keponakan Ahmadi berlari keluar untuk menyambutnya, di mana AS menembakkan rudal Hellfire dari drone beberapa menit kemudian.
Keluarga Ahmadi sedang bermain di dekat rumah mereka di Kwaja Burga ketika rudal itu muncul entah dari mana.
“Roket itu datang dan mengenai mobil yang penuh dengan anak-anak di dalam rumah kami,” kata Aimal Ahmadi, saudara laki-laki Zemari.
Aimal mengatakan 10 anggota keluarga tewas dalam serangan udara—termasuk putrinya sendiri dan lima anak lainnya.
Aimal kehilangan putrinya dan Zemari meninggal, bersama keempat anaknya. Empat lagi tewas dalam serangan itu.
Pemakaman massal untuk keluarga berlangsung akhir bulan lalu, dengan kesedihan jelas terlihat di wajah kerabat.
"Kami mengetahui laporan korban sipil setelah serangan kami terhadap sebuah kendaraan di Kabul," Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan akhir bulan lalu.
Urban mengatakan serangan terhadap kendaraan itu "mengganggu ancaman ISIS-K yang akan segera terjadi di bandara".
"Tidak jelas apa yang mungkin terjadi dan kami sedang menyelidiki lebih lanjut," katanya. “Kami akan sangat sedih dengan potensi hilangnya nyawa yang tidak bersalah.”
Sabir, tetangga keluarga Ahmadi, mengatakan kepada AFP, Selasa (14/9/2021), bahwa hampir tidak mungkin menemukan sisa-sisa jasad para korban.
“Semua anak-anak tewas di dalam mobil, orang dewasa tewas di luar. Mobil itu terbakar—kami hampir tidak dapat menemukan bagian-bagian tubuh," katanya.
Keluarga Ahmadi sedang bermain di dekat rumah mereka di Kwaja Burga ketika rudal itu muncul entah dari mana.
“Roket itu datang dan mengenai mobil yang penuh dengan anak-anak di dalam rumah kami,” kata Aimal Ahmadi, saudara laki-laki Zemari.
Aimal mengatakan 10 anggota keluarga tewas dalam serangan udara—termasuk putrinya sendiri dan lima anak lainnya.
Aimal kehilangan putrinya dan Zemari meninggal, bersama keempat anaknya. Empat lagi tewas dalam serangan itu.
Pemakaman massal untuk keluarga berlangsung akhir bulan lalu, dengan kesedihan jelas terlihat di wajah kerabat.
"Kami mengetahui laporan korban sipil setelah serangan kami terhadap sebuah kendaraan di Kabul," Kapten Bill Urban, juru bicara Komando Pusat AS, mengatakan dalam sebuah pernyataan akhir bulan lalu.
Urban mengatakan serangan terhadap kendaraan itu "mengganggu ancaman ISIS-K yang akan segera terjadi di bandara".
"Tidak jelas apa yang mungkin terjadi dan kami sedang menyelidiki lebih lanjut," katanya. “Kami akan sangat sedih dengan potensi hilangnya nyawa yang tidak bersalah.”
Sabir, tetangga keluarga Ahmadi, mengatakan kepada AFP, Selasa (14/9/2021), bahwa hampir tidak mungkin menemukan sisa-sisa jasad para korban.
“Semua anak-anak tewas di dalam mobil, orang dewasa tewas di luar. Mobil itu terbakar—kami hampir tidak dapat menemukan bagian-bagian tubuh," katanya.
(min)
Lihat Juga :