Langgar Lockdown Sambil Telanjang, Wanita Spanyol Ditangkap 2 Kali
Senin, 13 April 2020 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Spanyol menjadi salah satu negara yang terpukul paling parah oleh wabah COVID-19 setelah Amerika Serikat dan Italia. Negara itu telah dikunci ketat atau lockdown selama tiga minggu terakhir, tetapi sedang bersiap untuk melonggarkan pembatasan karena tingkat infeksi perlahan-lahan menurun.
Beberapa pekerja industri, termasuk di pabrik-pabrik dan lokasi konstruksi, ditetapkan untuk kembali bekerja pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak lockdown diberlakukan. Namun, Perdana Menteri Pedro Sanchez memperingatkan bahwa langkah-langkah lockdown belum sepenuhnya dicabut.
“Saya ingin menjadi sangat jelas. Kami tidak memasuki fase de-eskalasi. Keadaan darurat masih berlaku dan demikian juga dengan lockdown," katanya dalam pidato. "Satu-satunya hal yang telah berakhir adalah periode hibernasi ekonomi ekstrem selama dua minggu."
Menurut data worldometers hari Senin pukul 15.00 WIB, jumlah kasus COVID-19 di Spanyol mencapai 166.831 dengan 17.209 kematian. Sedangkan jumlah pasien yang disembuhkan sebanyak 62.391 orang.
Beberapa pekerja industri, termasuk di pabrik-pabrik dan lokasi konstruksi, ditetapkan untuk kembali bekerja pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak lockdown diberlakukan. Namun, Perdana Menteri Pedro Sanchez memperingatkan bahwa langkah-langkah lockdown belum sepenuhnya dicabut.
“Saya ingin menjadi sangat jelas. Kami tidak memasuki fase de-eskalasi. Keadaan darurat masih berlaku dan demikian juga dengan lockdown," katanya dalam pidato. "Satu-satunya hal yang telah berakhir adalah periode hibernasi ekonomi ekstrem selama dua minggu."
Menurut data worldometers hari Senin pukul 15.00 WIB, jumlah kasus COVID-19 di Spanyol mencapai 166.831 dengan 17.209 kematian. Sedangkan jumlah pasien yang disembuhkan sebanyak 62.391 orang.
(min)
Lihat Juga :