Korut Desak AS Dihukum atas Pelanggaran HAM Berat di Afghanistan

Selasa, 14 September 2021 - 00:34 WIB
loading...
Korut Desak AS Dihukum...
Korea Utara (Korut) menyatakan, Amerika Serikat (AS) harus dihukum atas dugaan pelanggaran HAM berat di Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) menyatakan, Amerika Serikat (AS) harus dihukum atas dugaan pelanggaran HAM berat di Afghanistan. Korut menyebut, AS melakukan sejumlah tindakan manusiawi saat melakukan operasi militer di Afghanistan.

Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan, perang yang dipimpin AS di Afghanistan merupakan pelanggaran berat HAM dan menimbulkan sejumlah kejahatan tidak manusiawi yang tidak boleh dibiarkan tidak terjawab.

Pyongyang mengindikasikan bahwa operasi 'kontra-terorisme' pimpinan AS selama dua dekade di Afghanistan berakhir dengan pelarian pasukan AS yang tergesa-gesa. Baca juga: Diawasi Kim Jong-un, Parade Militer Korut Pakai Jas Hazmat dan Tanpa Senjata Nuklir

“Pada saat ini, dunia menyuarakan tuntutan agar pasukan AS harus diadili dengan segala cara atas kekejaman pemusnah massal yang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak bersalah di negara ini dan agar keputusan tegas dibuat terhadap para penjahat,” kata kementerian itu, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (14/9/2021).

Dalam pernyataannya, kementerian itu mengulangi pernyataan baru-baru ini oleh para pejabat di Iran dan China mengenai pendudukan AS dan kejahatan terhadap warga sipil, termasuk kematian, dan cedera yang disebabkan oleh serangan pesawat tak berawak AS dan tindakan kekerasan lainnya.

"AS harus dibawa ke pengadilan dengan segala cara atas kejahatannya membunuh orang tak bersalah di berbagai belahan dunia di balik tabir hakim HAM,” ujar kementerian itu.

Mereka menambahkan bahwa semua tempat yang “diinjak-injak” oleh pasukan AS direduksi menjadi tanah tandus. Baca juga: Korut Tembakkan Rudal Jelajah Strategis, AS Sebut Ancaman
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Korea Utara Bantah Keras...
Korea Utara Bantah Keras Tuduhan AS Soal Ancaman Siber
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Tegas! Erdogan: Israel...
Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia
Rekomendasi
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved