Afghanistan yang Dipimpin Taliban Akan Runtuh karena Kekurangan Uang
Jum'at, 10 September 2021 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Program Pembangunan PBB mengatakan bahwa Afghanistan sudah menjadi salah satu negara termiskin, dengan 72 persen rakyatnya hidup dengan tidak lebih dari USD1 per hari.
Menurut direktur Asia di badan PBB itu, Kanni Wignaraja, angka itu bisa melonjak hingga 97 persen pada pertengahan 2022 karena uang asing mengering dan wabah COVID-19 yang parah.
PBB merencanakan konferensi pada hari Senin untuk bantuan kemanusiaan, meskipun tanpa pemerintah Taliban yang belum diakui oleh negara mana pun.
Seruan untuk dukungan datang meskipun ada kekhawatiran luas atas pemerintah sementara Afghanistan yang diumumkan Selasa lalu oleh Taliban, yang tidak memasukkan wanita.
Lyons mengatakan ada "tuduhan yang dapat dipercaya" bahwa Taliban telah melakukan pembunuhan untuk balas dendam terhadap pasukan keamanan dari pemerintah terguling Afghanistan meskipun telah berjanji memberikan amnesti.
Dia juga menyuarakan keprihatinan atas apa yang dia katakan sebagai peningkatan pelecehan terhadap staf Afghanistan di PBB, meskipun dia mengatakan Taliban sangat menghormati badan dunia itu.
Menurut direktur Asia di badan PBB itu, Kanni Wignaraja, angka itu bisa melonjak hingga 97 persen pada pertengahan 2022 karena uang asing mengering dan wabah COVID-19 yang parah.
PBB merencanakan konferensi pada hari Senin untuk bantuan kemanusiaan, meskipun tanpa pemerintah Taliban yang belum diakui oleh negara mana pun.
Seruan untuk dukungan datang meskipun ada kekhawatiran luas atas pemerintah sementara Afghanistan yang diumumkan Selasa lalu oleh Taliban, yang tidak memasukkan wanita.
Lyons mengatakan ada "tuduhan yang dapat dipercaya" bahwa Taliban telah melakukan pembunuhan untuk balas dendam terhadap pasukan keamanan dari pemerintah terguling Afghanistan meskipun telah berjanji memberikan amnesti.
Dia juga menyuarakan keprihatinan atas apa yang dia katakan sebagai peningkatan pelecehan terhadap staf Afghanistan di PBB, meskipun dia mengatakan Taliban sangat menghormati badan dunia itu.
(min)
Lihat Juga :