China: Pemerintah Baru Afghanistan Bentukan Taliban Penting untuk Ciptakan Ketertiban

Kamis, 09 September 2021 - 20:00 WIB
loading...
China: Pemerintah Baru...
China mengatakan pihaknya menganggap pembentukan pemerintahan sementara Afghanistan oleh Taliban adalah langkah yang diperlukan dalam memulihkan ketertiban. Foto/Ist
A A A
BEIJING - China mengatakan pihaknya menganggap pembentukan pemerintahan sementara Afghanistan oleh Taliban adalah langkah yang diperlukan dalam memulihkan ketertiban dalam negeri. Selain itu, ini juga penting untuk rekonstruksi pasca-perang.

Taliban pada hari Selasa mengumumkan pemerintah sementara beranggotakan 33 orang yang dipimpin oleh Mullah Hasan Akhund. Dari 33 orang itu, lima diantaranya masuk dalam daftar teroris oleh PBB, termasuk Akhund.

Kelompok tersebut mengungkapkan harapan bahwa pemerintah itu akan diakui oleh masyarakat internasional, khususnya dunia Muslim dan negara-negara tetangga. Baca juga: Tak Hanya Kapal Perang, Kapal Induk AS Juga Bermanuver di Laut China Selatan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin mengatakan, Beijing menanggap penting pengumuman Taliban tentang pemerintah sementara yang baru. Baca juga: China Tegaskan AS dan Sekutu Memiliki Kewajiban Bantu Afghanistan

Meskipun dia tidak mengatakan apakah pemerintah sementara itu akan diakui oleh Beijing atau tidak, dia menegaskan kembali bahwa China berharap akan ada pemerintah inklusif di Afghanistan.

"China berharap Afghanistan akan membentuk pemerintahan yang terbuka dan inklusif, dengan tegas memerangi pasukan teroris, dan menjaga hubungan baik dengan tetangganya," ucapnya, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (9/9/2021).

Beijing sendiri telah beberapa kali menyatakan kesediaan untuk "kerja sama persahabatan" dengan Afghanistan, dengan mengatakan orang harus menunggu pembentukan pemerintah untuk memutuskan pengakuan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Penembakan di Pusat...
Penembakan di Pusat Kesejahteraan Remaja Jerman Tewaskan Setidaknya 6 Orang
Bangunan Bimbingan Belajar...
Bangunan Bimbingan Belajar Ambruk, 14 Anak Tewas
Rekomendasi
Rincian UKT Jalur Mandiri...
Rincian UKT Jalur Mandiri Unair 2026, Berapa Biaya Kuliah Prodi Pilihanmu?
Gugatan PMH Legalisir...
Gugatan PMH Legalisir Ijazah Jokowi Masuk Tahap Mediasi
IHSG Balik Melawan,...
IHSG Balik Melawan, Hari Ini Ditutup Menghijau Sentuh Level 5.695
Berita Terkini
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Infografis
China Luncurkan AI Baru...
China Luncurkan AI Baru Manus, Pintar Analisis Pasar Saham
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved