Rusia Mengaku Belum Putuskan Sikap Terkait Pemerintahan Baru Taliban

Rabu, 08 September 2021 - 19:07 WIB
loading...
Rusia Mengaku Belum...
Rusia mengatakan bahwa mereka belum membuat keputusan terkait dengan pemerintahan baru Afghanistan bentukan Taliban. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan bahwa mereka belum membuat keputusan terkait dengan pemerintahan baru Afghanistan bentukan Taliban . Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, sampai saat ini Moskow masih membahas apakah akan mengakui Taliban atau tidak.

Berbicara saat konferensi pers di Moskow, Peskov dimintai komentar soal undangan Taliban ke Rusia untuk berpartisipasi dalam upacara pengenalan pemerintahan baru Afghanistan. Baca juga: Pengungsi Afghanistan Keluhkan Makanan ‘Seadanya’ di Penampungan Texas

Juru bicara Taliban awal pekan ini mengatakan bahwa pihaknya telah mengundang Rusia dan juga Turki, China, Iran, Pakistan, dan Qatar untuk berpartisipasi dalam upacara di mana pemerintah baru Afghanistan akan diperkenalkan.

Peskov tidak menjawab langsung perihal undangan tersebut dan hanya mengatakan bahwa Rusia masih mencermati situasi, dan ingin memastikan apakah Taliban menepati janji mereka atau tidak.

"Anda tahu bahwa sejauh ini tidak ada keputusan untuk mengakui Taliban. Juga, Anda tahu bahwa kami terus mencermati apa yang terjadi di sana,” kata Peskov. Baca juga: Rusia Kalahkan 18 Negara, Pertahankan Juara Dunia Tank Biathlon

“Yang paling penting, kami mencoba memahami sejauh mana janji dan pernyataan Taliban akan berkorelasi dengan tindakan mereka di masa depan," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Rabu (8/9/2021).

Peskov menekankan bahwa penting bagi Moskow untuk menyadari seperti apa sistem politik di Kabul di bawah Taliban secara sistemik dan pribadi.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved