Hampir 70% Warga AS yang Belum Vaksin Pilih Keluar Kerja daripada Divaksin

Rabu, 08 September 2021 - 15:47 WIB
loading...
Hampir 70% Warga AS...
Pengemudi taksi online mengendarai mobil dengan iklan kampanye vaksin di AS. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Hampir 70% warga Amerika Serikat (AS) yang belum divaksinasi lebih suka berhenti dari pekerjaan mereka daripada tunduk pada aturan wajib vaksinasi.

Hal itu terungkap dalam jajak pendapat terbaru saat survei lain menunjukkan lebih dari 50% perusahaan merencanakan persyaratan wajib vaksin pada akhir tahun.

Sekitar 35% dari 1.066 individu yang belum divaksinasi yang disurvei Washington Post dan ABC News pekan lalu mengatakan mereka akan meminta pengecualian berdasar agama atau medis jika majikan mereka mengadopsi kewajiban vaksin, sementara 42% mengatakan mereka akan berhenti kerja.

Baca juga: Rusia Kalahkan 18 Negara, Pertahankan Juara Dunia Tank Biathlon

Ditanya apa yang akan mereka lakukan jika tidak ada pengecualian yang tersedia, mayoritas memilih untuk bergabung dengan 42% itu.

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Para Pejabat Imarah Islam Afghanistan

Mereka yang akan berhenti kerja jika diperintahkan untuk vaksin mencapai 67%.

Baca juga: Biden Yakin China Coba Buat Kesepakatan dengan Taliban

Lebih dari setengahnya (52%) mengatakan mereka berencana memiliki setidaknya satu persyaratan vaksinasi pada kuartal terakhir tahun 2021, menurut survei Willis Towers Watson pekan lalu.

Survei itu ditujukan kepada 961 perusahaan, mempekerjakan total hampir 10 juta orang.

Namun, sementara warga AS yang tidak divaksinasi tidak terlalu tertarik untuk melakukan vaksinasi, sekitar 52% warga Amerika pada umumnya menyetujui bisnis mengharuskan karyawan mereka untuk divaksinasi, dengan 44% menentang gagasan tersebut.

Perdebatan tentang wajib vaksinasi semakin keras dalam beberapa pekan terakhir ketika pemerintah mencoba kebijakan itu.

Pekan lalu, American Civil Liberties Union mengklaim, yang mengejutkan banyak orang, bahwa vaksinasi wajib sebenarnya mendukung kebebasan sipil dan bahwa hak atas otonomi tubuh tidak “mutlak.”

AS bukanlah satu-satunya negara yang memperingatkan warganya bahwa vaksinasi akan segera menjadi prasyarat untuk kegiatan sehari-hari dan rekreasi.

Menteri vaksin Inggris mengumumkan pekan ini bahwa “paspor vaksin” akan diperlukan untuk memasuki tempat-tempat tertentu mulai akhir bulan.

Di Prancis, sekitar 200 demonstrasi diadakan pada Sabtu saja untuk menentang "kartu kesehatan" yang merupakan bukti wajib vaksinasi yang harus dibawa untuk mengunjungi restoran, teater, bioskop dan pusat perbelanjaan atau untuk bepergian dengan kereta jarak jauh.

Israel, Irlandia, dan Siprus semuanya juga baru-baru ini mengadopsi mekanisme kontrol serupa.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Begini Cara Kerja Vaksin...
Begini Cara Kerja Vaksin yang Akan Melindungi Tubuh dari Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved