Taliban Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan, Ini Sikap AS

Rabu, 08 September 2021 - 03:37 WIB
loading...
Taliban Umumkan Pemerintahan...
AS tidak ingin terburu-buru mengakui pemerintahan baru Afghanistan yang dibentuk oleh Taliban. Foto/USA Today
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Joe Biden tidak akan terburu-buru untuk mengakui pemerintahan baru Afghanistan yang dibentuk oleh Taliban . Demikian pernyataan sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki.

"Tidak perlu terburu-buru untuk mengakui (Taliban). Ini benar-benar akan tergantung pada langkah apa yang diambil Taliban. Dunia akan mengawasi, termasuk Amerika Serikat," kata Psaki pada konferensi pers.

"Saya tidak punya batas waktu untuk Anda. Itu tergantung pada perilaku apa yang mereka tunjukkan di lapangan," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (8/9/2021).

Gedung Putih membuat pernyataan setelah Taliban mengumumkan komposisi pemerintah baru Afghanistan yang dibentuk setelah kelompok itu mengambil alih kekuasaan di negara tersebut.

Mullah Hasan Akhund, rekan pendiri gerakan itu Mullah Omar, ditunjuk sebagai kepala pemerintahan baru Afghanistan dan Sirajuddin Haqqani, yang organisasinya masuk dalam daftar terorisme AS, sebagai Menteri Dalam Negeri.

Sedangkan Mullah Abdul Ghani Baradar, kepala kantor politik gerakan itu dam sebelumnya disebut-sebut akan didapuk memimpin pemerintahan baru Afghanistan, malah ditunjuk sebagai wakil dari Akhund.

Baca juga: Taliban Umumkan Pemerintahan Baru Afghanistan

Sebelumnya, Taliban juga menegaskan siap menjalin hubungan dengan Washington yang melayani kepentingan Afghanistan dan Amerika Serikat. Meski begitu, kelompok tersebut dengan tegas menolak untuk membangun hubungan dengan Israel.

Baca juga: Taliban Siap Jalin Hubungan dengan Semua Negara kecuali Israel

Usai mengumumkan pemerintahan baru Afghanistan, pemimpin kelompok itu, Hibatullah Akhundzada, mengatakan hukum Syariah akan berlaku di Afghanistan. Akhundzada mengatakan pihak berwenang Afghanistan akan mengambil langkah serius untuk melindungi hak asasi manusia dan minoritas dalam kerangka Islam. Dia juga mengatakan bahwa otoritas Afghanistan yang baru akan memberikan peluang bagi investasi asing di negara itu.

Taliban menguasai Afghanistan pada Agustus, mendorong evakuasi massal yang tergesa-gesa dari ibu kota Kabul. Segera setelah kota itu direbut, militer AS meninggalkan Bandara Kabul, mengakhiri kehadiran militer Amerika selama hampir 20 tahun di negara itu.

Baca juga: Rusia Siap Dukung Pemerintah Baru Afghanistan jika Inklusif
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Fasilitas Gas Qatar, Korban Berjatuhan
Rekomendasi
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Pecahkan Rekor Piala...
Pecahkan Rekor Piala Dunia, Gol Bersejarah Lionel Messi Tuai Perdebatan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved