Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan

Selasa, 07 September 2021 - 22:25 WIB
loading...
A A A
“Taliban tidak direformasi, mereka bukan orang baru,” kata Graham.

"Mereka akan memberikan tempat yang aman bagi al-Qaeda yang memiliki ambisi untuk mengusir kita dari Timur Tengah, dan menyerang kita karena cara hidup kita," ucapnya.

Dia juga membandingkan konflik Afghanistan dengan pertempuran yang sedang berlangsung di Suriah dan Irak, yang terus menarik pasukan Amerika, sebagian besar karena kehadiran ISIS .

Cabang ISIS Afghanistan dianggap saingan yang lebih ekstrim dari Taliban oleh para ahli regional, yang mengatakan Taliban dapat mencoba membasmi kelompok itu, meskipun yang lain tetap skeptis.

Baca juga: Pasukan Khusus Taliban Tangkap Milisi ISIS, Ditutup Matanya dan Dibawa dengan Jip

Graham telah lama mengadvokasi kampanye agresif melawan ISIS. Tapi jajak pendapat publik menunjukkan bahwa publik Amerika memiliki sedikit keinginan untuk memperpanjang konflik.

Sebuah jajak pendapat Washington Post-ABC News pekan lalu menemukan bahwa warga Amerika sangat mendukung keputusan Presiden Biden untuk mengakhiri perang di Afghanistan, meskipun mereka tidak menyetujui bagaimana dia mengeksekusi penarikan pasukan AS. Terakhir kali mayoritas dalam jajak pendapat Post-ABC News mengatakan perang itu layak diperjuangkan adalah pada akhir 2009, dan kemudian hanya 52 persen mayoritas yang mengatakan demikian, dengan Partai Republik sangat mendukung daripada Partai Demokrat atau independen untuk mengatakan perang, yang dimulai di bawah Presiden Republik George W. Bush, sepadan dengan biayanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved