Prancis: Afghanistan adalah Pengingat Eropa Perlunya Bangun Kekuatan Pertahanan Bersama

Minggu, 05 September 2021 - 19:50 WIB
loading...
Prancis: Afghanistan...
Menteri Keuangan Prancis, Bruno Le Maire mengatakan, situasi Afghanistan adalah pengingat bagi Eropa untuk perlunya bangun kekuatan pertahanan bersama. Foto/REUTERS
A A A
PARIS - Menteri Keuangan Prancis , Bruno Le Maire mengatakan, situasi Afghanistan adalah pengingat bagi Eropa untuk perlunya bangun kekuatan pertahanan bersama. Le Maire mengatakan, Uni Eropa (UE) haruslebih ambisius dalam pertahanan dan kepemimpinan global.

"Eropa harus menjadi negara adidaya nomor tiga selain China dan Amerika Serikat (AS). Mari buka mata kita, kita menghadapi ancaman dan kita tidak bisa lagi mengandalkan perlindungan AS,” kata Le Maire.

"Afghanistan adalah panggilan untuk bagun. Eropa juga menghadapi ancaman keamanan di Timur Tengah dan di Afrika,” sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (5/9/2021). Baca juga: Turki Ogah Jadi Penjaga Perbatasan atau Kamp Pengungsi Uni Eropa

Dia mengatakan Paris telah memutuskan untuk menginvestasikan USD 2,02 miliar lebih banyak untuk pertahanan tahun ini dan ingin melihat negara-negara Eropa lainnya melakukan hal yang sama. Baca juga: Arkeolog Prancis Temukan Ibu Kota Celtic Kuno yang Hilang

Le Maire juga menyerukan negara-negara anggota UE lainnya untuk berinvestasi dan memperdalam pasar tunggal mereka untuk mencapai kemandirian teknologi dari perusahaan-perusahaan besar di luar negeri, dan negara-negara ketiga.

"Negara-negara anggota UE harus membangun pasar tunggal untuk keuangan dan juga mereka perlu mencapai kesepakatan politik tentang serikat perbankan, agar memiliki lebih banyak dana untuk teknologi baru," tukas Le Maire.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Jet Tempur AS Bombardir...
Jet Tempur AS Bombardir Pulau Qeshm dan Kota Ahvav Iran, 4 Orang Tewas
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
BSKDN Kemendagri Perkuat...
BSKDN Kemendagri Perkuat Kolaborasi dengan Uncen Dorong Lahirkan Inovasi Daerah
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Berita Terkini
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved