Inggris Pindahkan Kapal Selam Bersenjata Nuklir Jika Skotlandia Merdeka
Kamis, 02 September 2021 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Pangkalan baru yang disarankan adalah Kings Bay di Georgia, tempat AS menyimpan armada nuklirnya, atau le Longue di Brittany, Prancis.
Proposal alternatif, yang menelan biaya 3-4 miliar poundsterling, akan membuat armada kapal selam itu dipindahkan ke Devonport di Plymouth, Inggris.
Baca juga: Lagi, AS Tak Akan Tekan Israel soal Dugaan Miliki Bom Nuklir
Namun, menurut Financial Times, ada kekhawatiran bahwa landas kontinen akan mencegah kapal selam menyelam dengan cepat, membuat mereka lebih mudah untuk dilacak oleh kekuatan asing.
Rencana ketiga adalah menjadikan Pangkalan Angkatan Laut Faslane dan Coulport yang berada di seberang Inggris, seperti Gibraltar. Gibraltar tercatat sebagai "British Overseas Territory" atau "Wilayah Luar Negeri Inggris".
Namun, rencana ketiga itu akan membutuhkan persetujuan dari pemerintah Skotlandia, yang mungkin sulit dicapai.
Berbicara kepada Financial Times, Tom Plant; direktur kebijakan nuklir di lembaga think tank Royal United Services Institute (RUSI), mengatakan perencanaan kehati-hatian itu "masuk akal".
Proposal alternatif, yang menelan biaya 3-4 miliar poundsterling, akan membuat armada kapal selam itu dipindahkan ke Devonport di Plymouth, Inggris.
Baca juga: Lagi, AS Tak Akan Tekan Israel soal Dugaan Miliki Bom Nuklir
Namun, menurut Financial Times, ada kekhawatiran bahwa landas kontinen akan mencegah kapal selam menyelam dengan cepat, membuat mereka lebih mudah untuk dilacak oleh kekuatan asing.
Rencana ketiga adalah menjadikan Pangkalan Angkatan Laut Faslane dan Coulport yang berada di seberang Inggris, seperti Gibraltar. Gibraltar tercatat sebagai "British Overseas Territory" atau "Wilayah Luar Negeri Inggris".
Namun, rencana ketiga itu akan membutuhkan persetujuan dari pemerintah Skotlandia, yang mungkin sulit dicapai.
Berbicara kepada Financial Times, Tom Plant; direktur kebijakan nuklir di lembaga think tank Royal United Services Institute (RUSI), mengatakan perencanaan kehati-hatian itu "masuk akal".
Lihat Juga :