'Choke Point’ di Dunia, Tiga Ada di Indonesia
Rabu, 01 September 2021 - 15:55 WIB
loading...
A
A
A
Di kawasan Asia, salah satu yang paling terkenal dan penting adalah Selat Malaka, sebuah elat yang sangat sempit menghubungkan Samudra Hindia dan Pasifik antara Malaysia bagian barat dan Pulau Sumatera di Indonesia.
Pertumbuhan ekonomi Asia telah menjadikan Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran paling kritis di dunia. Lebih dari 50 ribu kapal kargo melewati perairan ini setiap tahun dan mencakup lebih dari 20 persen perdagangan maritim dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, perompak telah berpesta dengan pelayaran di sekitar selat. Jumlah serangan meningkat dari 25 pada tahun 1994 menjadi 150 pada tahun 2003. Angkatan Laut AS telah memimpin upaya untuk menindak pembajakan, tetapi ruang yang luas dan pantai yang sering diatur dengan lemah membuatnya menjadi tugas yang hampir mustahil. Dan bajak laut bukan satu-satunya bahaya.
Para ahli khawatir teroris mungkin dengan sengaja meledakkan sebuah kapal tanker minyak di salah satu selat yang banyak pelabuhannya, membuat pengiriman terhenti. Baca juga: Industri Maritim Mata Rantai Utama Kargo Batu Bara
Selain Malaka, terdapat dua choke point lain di Indonesia yang mungkin bisa menjadi jalur pelayaran sangat penting di Asia di masa depan. PertamaSelat Sunda yang berlokasi diantara pulau Jawa dan Sumatra. Secara global, selat ini adalah salah satu dari dua lintasan utama yang mengalir dariLaut China Selatanmenuju Samudera Hindia.
Lalu, kedua adalahSelat Lombok, sebuahselatyang menghubungkanLaut JawadenganSamudra Hindia. Selat ini terletak di antarapulauBalidanLombok yang berada di negaraIndonesia.
Pertumbuhan ekonomi Asia telah menjadikan Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran paling kritis di dunia. Lebih dari 50 ribu kapal kargo melewati perairan ini setiap tahun dan mencakup lebih dari 20 persen perdagangan maritim dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir, perompak telah berpesta dengan pelayaran di sekitar selat. Jumlah serangan meningkat dari 25 pada tahun 1994 menjadi 150 pada tahun 2003. Angkatan Laut AS telah memimpin upaya untuk menindak pembajakan, tetapi ruang yang luas dan pantai yang sering diatur dengan lemah membuatnya menjadi tugas yang hampir mustahil. Dan bajak laut bukan satu-satunya bahaya.
Para ahli khawatir teroris mungkin dengan sengaja meledakkan sebuah kapal tanker minyak di salah satu selat yang banyak pelabuhannya, membuat pengiriman terhenti. Baca juga: Industri Maritim Mata Rantai Utama Kargo Batu Bara
Selain Malaka, terdapat dua choke point lain di Indonesia yang mungkin bisa menjadi jalur pelayaran sangat penting di Asia di masa depan. PertamaSelat Sunda yang berlokasi diantara pulau Jawa dan Sumatra. Secara global, selat ini adalah salah satu dari dua lintasan utama yang mengalir dariLaut China Selatanmenuju Samudera Hindia.
Lalu, kedua adalahSelat Lombok, sebuahselatyang menghubungkanLaut JawadenganSamudra Hindia. Selat ini terletak di antarapulauBalidanLombok yang berada di negaraIndonesia.
Lihat Juga :