Kapal Perang AS Miguel Keith Berkeliaran di Selat Malaka, Apa Misi Sebenarnya?

Senin, 20 April 2026 - 08:37 WIB
loading...
Kapal Perang AS Miguel...
USS Miguel Keith, kapal perang Angkatan Laut AS yang berkeliaran di Selat Malaka. Foto/US Navy/Petty Officer 2nd Class Evan Diaz
A A A
JAKARTA - Kapal perang USS Miguel Keith Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) telah terlihat berkeliaran di sekitar Selat Malaka pada pekan lalu.

Militer Washington belum menjelaskan apa misi kapal perang tersebut, namun Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine sebelumnya mengakui bahwa Amerika berencana mengejar kapal Iran di perairan yang jauh dari Timur Tengah. Menurut Jenderal Caine, fokus pengejaran kemungkinan di perairan Indo-Pasifik.

Baca Juga: Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China yang Berpotensi Menyeret Indonesia dalam Konflik

Menurut Lloyd’s List, sebuah media pelayaran Inggris, tempat berlabuh di wilayah Pasifik, khususnya di sekitar Selat Malaka, merupakan tempat konsentrasi besar kapal tanker dari "armada gelap" yang mengangkut minyak ilegal atau yang dikenai sanksi dari negara-negara seperti Iran.

“Kami melakukan operasi pencegahan maritim serupa di yurisdiksi Pasifik kami terhadap kapal-kapal yang meninggalkan area tertentu sebelum dimulainya blokade,” kata Caine, mengacu pada blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Charlie Brown, mantan perwira Angkatan Laut AS dan penasihat senior untuk pelacakan armada gelap di organisasi nirlaba United Against Nuclear Iran, mengatakan kepada CNN bahwa komentar Caine, serta pergerakan beberapa kapal perang AS yang terlihat di platform pelacakan kapal dan citra satelit, menunjukkan bahwa pemerintah AS mungkin sedang mempertimbangkan operasi serupa dengan yang digunakan terhadap kapal tanker yang terkait dengan Venezuela awal tahun ini.

“Amerika Serikat sebelumnya telah mencegat kapal tanker yang dikenai sanksi di perairan dekat Venezuela dan jauh, termasuk di Samudra Hindia,” kata Brown, seperti dikutip dari CNN, Senin (20/4/2026).

“Jika operasi serupa terjadi, itu akan dilakukan di laut lepas, di mana Amerika Serikat memiliki lebih banyak kebebasan manuver dan lebih sedikit pembatasan,” ujar Brown.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Rekor 32 Tahun Tumbang...
Rekor 32 Tahun Tumbang di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved