Iran Mulai Senggol Selat Malaka, Sebut Respons Reaksi Berantai dari Selat Hormuz

Selasa, 21 April 2026 - 12:00 WIB
loading...
Iran Mulai Senggol Selat...
Iran sebut setiap tindakan jahat di Selat Hormuz akan memicu respons reaksi berantai di jalur pelayaran yang lebih penting, termasuk Selat Malaka. Foto/Money & Banking Magazine
A A A
JAKARTA - Setiap "tindakan jahat" di Selat Hormuz akan memicu "respons reaksi berantai" di jalur pelayaran yang lebih penting, termasuk Selat Malaka di Asia Tenggara. Demikian peringatan dari Ali Akbar Velayati, penasihat urusan internasional Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Peringatan Velayati disampaikan dalam unggahan di media sosial pada hari Minggu atau beberapa hari menjelang berakhirnya gencatan senjata Iran dengan AS. Narasi "tindakan jahat" yang disampaikan itu diduga merujuk pada blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.

Baca Juga: 'UEA Tak Lagi Butuh AS, Pangkalan Militer Amerika Itu Beban dan Bukan Aset'

“Era memaksakan keamanan dari seberang lautan telah berakhir,” tulis Velayati.

“Saat ini, tidak hanya keamanan Hormuz dan Malaka yang terjamin di bawah naungan kekuatan kita dan mitra strategis kita, tetapi keamanan [Selat] Bab el-Mandeb juga berada di tangan saudara-saudara Ansar Allah,” lanjut dia, merujuk pada kelompok bersenjata yang berbasis di Yaman yang juga dikenal sebagai Houthi.

“Setiap tindakan jahat akan memicu reaksi berantai,” imbuh Velayati.

Teheran mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz pada Sabtu malam waktu setempat, hanya sehari setelah menyatakan jalur air tersebut terbuka untuk kapal komersial.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Tolak Kesepakatan Nuklir
Rekomendasi
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved