Inilah 'Kubus Heisenberg', Indikasi Rezim Hitler Coba Bikin Bom Nuklir

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 02:38 WIB
loading...
A A A
Ada sekitar selusin kubus yang diyakini berada di AS saat ini, baik dalam koleksi publik maupun pribadi, termasuk Smithsonian Institution dan Harvard.

Robertson dan Schwantes hanya memiliki rumor untuk menjelaskan bagaimana kubus mereka berakhir di Laboratorium Nasional Pacific Northwest, tetapi mereka percaya pekerjaan forensik mereka dapat menempatkan asalnya di Nazi Jerman dan mungkin dapat melacaknya ke laboratorium Heisenberg atau Diebner. Bukti definitif asal kubus akan sulit didapat, tetapi dengan menganalisis usia kubus, komposisi, dan inkonsistensi yang diketahui, mereka dapat melacak objek ke laboratorium Nazi dengan tingkat kepercayaan yang tinggi.

Mereka menggunakan radiokronometri panggilan proses untuk menentukan tanggal kubus dan menyesuaikan kerangka waktu dengan program Nazi, dan telah mengonfirmasi bahwa salah satu kubus adalah uranium alami, yang konsisten dengan bahan yang digunakan dalam program.

Mereka juga menganalisis lapisan kimia kubus dalam proses eksperimental yang dapat menunjukkan dari laboratorium mana mereka berasal. Salah satu kubus dilapisi dengan styrene, menunjukkan bahwa itu telah di laboratorium Diebner, yang menggunakan bahan pelapis. Tim Heisenberg melapisi uraniumnya dengan sianida. Para peneliti menganalisis kubus dengan melarutkan sejumlah kecil serpihan uranium dari lapisan permukaan.

Jika mereka dapat menentukan usia kubus hingga tahun yang tepat, usia tersebut juga dapat menunjukkan dari lab mana mereka berasal, karena upaya produksi Heisenberg dan Diebner terpisah satu tahun.

Kubus uranium murni jarang terjadi, jadi jika usia bahan, lapisan, dan kontaminan semuanya sesuai dengan program Nazi, para peneliti dapat memastikan dari mana asalnya.

Para peneliti yang melacak kubus Heisenberg mengakui kesenangan dalam proyek tersebut, tetapi tetap mengingat asal-usulnya yang menyeramkan.

“Seandainya mereka berhasil,” kata Robertson tentang para ilmuwan Nazi, “dunia akan menjadi tempat yang sangat berbeda, baik di Eropa maupun di seluruh dunia. Saya mencoba untuk tidak pernah melupakan kenyataan itu.”

Kubus labnya sekarang dapat membantu pihak berwenang memerangi ancaman nuklir, sangat berbeda dari tujuan aslinya.

Objek tersebut sudah digunakan oleh laboratorium untuk tujuan pendidikan, seperti pelatihan penjaga perbatasan dan siswa. Menurut Robertson, metode analisis forensik baru dapat membantu pihak berwenang dalam penyelidikan nuklir di masa depan sebagai bagian dari kegiatan non-proliferasi atau pengamanan, dengan memungkinkan penyelidik untuk menentukan sejarah suatu objek, menguatkan dokumennya, atau memverifikasi klaim tentang asalnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved