alexametrics

Polisi yang Mencekik George Floyd Hingga Meninggal Ditangkap

loading...
Polisi yang Mencekik George Floyd Hingga Meninggal Ditangkap
Derek Chauvin, polisi yang mencekik dengan George Floyd dengan lututnya hingga meninggal, ditangkap. Foto/New York Post
A+ A-
WASHINGTON - Oknum polisi yang tertangkap kamera menggunakan lututnya untuk mencekik leher George Floyd ke tanah dalam insiden mematikan itu telah ditangkap.

"Derek Chauvin ditahan oleh otoritas negara," kata Komisaris Keselamatan Publik Minnesota John Harrington, dalam tweetnya kepada wartawan seperti dikutip dari New York Post, Sabtu (30/5/2020).

Menurut sebuah tweet dari seorang reporter KMSP-TV/FOX 9, Harrington mengatakan kepada wartawan tentang penangkapan itu setelah mendapat telepon dari pengawas Biro Penahanan Pidana.

Tidak jelas tuduhan atau tuntutan yang akan diajukan, tetapi Harrington menggambarkan kematian Floyd sebagai "pembunuhan" selama konferensi pers sebelumnya.



Chauvin, yang berkulit putih, dipecat setelah rekaman video ponsel atas kejadian itu viral. Dalam rekaman tersebut ia mengabaikan permintaan para saksi untuk melepaskan Floyd, yang berkulit hitam, dan terdengar mengatakan "Aku tidak bisa bernapas" sebelum tampaknya kehilangan kesadaran dan kemudian meninggal. (Baca: Viral, Video Pria Kulit Hitam Meninggal Dicekik Polisi AS)

Kematian Floyd memicu aksi protes selama tiga malam yang semakin keras di Minneapolis dan menyebabkan pembakaran kantor polisi Kamis malam. (Baca: Protes Pembunuhan George Floyd, Demonstran AS Bakar Kantor Polisi)



Aktivis dan lainnya telah menuntut Chauvin serta tiga polisi lainnya, yang sudah dipecat, yang berada di lokasi penangkapan Floyd pada hari Senin. Floyd ditangkap karena diduga menggunakan uang kertas USD20 palsu untuk mencoba membeli bahan makanan di toko. (Baca: Cekik Pria Kulit Hitam Hingga Meninggal, 4 Polisi AS Dipecat)
(ber)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak