Penuhi Permintaan Taliban, Iran Ekspor Bensin ke Afghanistan

Selasa, 24 Agustus 2021 - 11:50 WIB
loading...
Penuhi Permintaan Taliban,...
Kelompok Taliban mengimpor bensin dari Iran setelah berkuasa di Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Iran memulai kembali ekspor bensin dan minyak gas ke Afghanistan beberapa hari lalu, menyusul permintaan dari Taliban . Hal itu disampaikan Serikat Pengekspor Produk Minyak, Gas dan Petrokimia Iran, hari Senin.

Taliban, kelompok Muslim Sunni, merebut kekuasaan di Afghanistan pekan lalu ketika Amerika Serikat (AS) dan sekutu NATO-nya menarik pasukannya setelah perang 20 tahun.

Baca juga: Milisi Taliban Pakai Gaun Gucci Rp50 Juta Jadi Bahan Tertawaan

Harga bensin di Afghanistan mencapai USD900 (Rp12,9 juta) per ton pekan lalu karena banyak warga Afghanistan yang panik keluar dari kota, takut akan pembalasan dan kembalinya ke versi keras hukum Islam yang diberlakukan Taliban ketika berkuasa dua dekade lalu.

Untuk mengatasi lonjakan harga, pemerintah baru Taliban meminta Iran, negara kekuatan Muslim Syiah, untuk menjaga perbatasan tetap terbuka bagi para pedagang.

"Taliban mengirim pesan ke Iran yang mengatakan 'Anda dapat melanjutkan ekspor produk minyak bumi'," kata Hamid Hosseini, anggota dewan dan juru bicara serikat pekerja Iran di Teheran kepada Reuters, yang dilansir Selasa (24/8/2021).

Hosseini menambahkan bahwa beberapa pedagang Iran telah berhati-hati karena masalah keamanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Kabupaten Bekasi dan...
Kabupaten Bekasi dan Klaten Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Dapat Air Bersih
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Infografis
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Rayakan Tumbangnya Bashar Al Assad di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved