Biden Pertimbangkan Perpanjang Batas Waktu Evakuasi dari Afghanistan

Senin, 23 Agustus 2021 - 21:55 WIB
loading...
Biden Pertimbangkan...
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden mempertimbangkan untuk memperpanjang batas waktu dari Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) , Joe Biden mempertimbangkan untuk memperpanjang batas waktu dari Afghanistan . Batas yang ditetapkan saat ini adalah 31 Agustus.

"Ada diskusi yang terjadi di antara kami dan militer tentang perpanjangan, harapan kami adalah kami tidak perlu memperpanjang," kata Biden, saat melakukan konferensi pers di Gedung Putih.

“Tapi akan ada diskusi, saya kira, sejauh mana kita dalam proses evakuasi itu,” sambungnya, seperti dilansir Xinhua pada Senin (23/8/2021). Baca juga: Pentagon: Warga AS Dipukuli Taliban Saat Berusaha Capai Bandara Kabul

ASdiketahui tengah berjuang untuk mengevakuasi warganya dan warga Afghanistan yang bekerja atau pernah bekerja dengan tentara atau organisasi yang berbasis di AS dari negara itu sejak Taliban berkuasa.

“Militer AS telah memindahkan sekitar 3.900 personel dari Afghanistan selama 24 jam terakhir dan pesawat AS. dan koalisi telah mengevakuasi sekitar 28.000 orang sejak 14 Agustus,” ujar Biden.

Dia mengatakan, ASsedang melaksanakan rencana untuk memindahkan warga Amerika ke kompleks bandara Kabul dan telah memperluas akses, dan zona aman di sekitar bandara. Biden juga mencatat situasi keamanan bisa berubah dengan cepat di lapangan.

"Kami tahu bahwa teroris mungkin berusaha untuk mengeksploitasi situasi dan menargetkan warga Afghanistan atau pasukan Amerika yang tidak bersalah," katanya, menunjuk pada potensi ancaman teroris dari ISIS. Baca juga: Survei Membuktikan! Sepertiga Orang Tua di AS Rela Utang Buat Biaya Sekolah
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Wanita Punya Proteksi...
Wanita Punya Proteksi Alami dari Serangan Jantung, Tapi Bisa Hilang karena Ini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved