Asia Tenggara Cetak Kematian Tertinggi di Dunia Akibat Covid-19
Senin, 23 Agustus 2021 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu di Asia Tenggara, Malaysia baru memvaksinasi sekitar 34 persen populasinya, lalu di Indonesia sekitar 57 juta dari populasinya untuk vaksinasi pertama dan 31 juta untuk vaksinasi kedua, per tanggal 18 Agustus, Filipina yang berada pada 11 persen, dan Vietnam dengan tingkat vaksinasi kurang dari dua persen.
Vietnam dan Thailand merupakan negara-negara yang mencatat angka kasus Covid-19 dan angka kematian tertinggi akibat virus Covid-19 di Asia Tenggara. Di Indonesia pemerintah mencatat sekitar 100 ribu angka kematian pada 22 Agustus 2021.
Tujuh dari 10 negara yang mengalami tingkat kematian tertinggi akibat virus COVID-19 berada di Asia dan Pasifik. Vietnam, Fiji, dan Myanmar menduduki peringkat kelima tertinggi menurut Our World in Data.
“Kita harus mengupayakan agar negara-negara yang memiliki dosis vaksin berlebih untuk dapat membantu distribusi dosis vaksin ke negara-negara di Asia Tenggara. Kita juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan produsen vaksin untuk meningkatkan kapasitas produksi dan teknologi,” ujar Alexander.
“Beberapa minggu ke depan adalah masa yang kritis untuk meningkatkan perawatan, pemeriksaan, serta vaksinasi di Asia Tenggara dengan menargetkan 70-80% tingkat vaksinasi jika ingin menang melawan varian-varian baru dan pandemi global ini,” tukasnya.
Vietnam dan Thailand merupakan negara-negara yang mencatat angka kasus Covid-19 dan angka kematian tertinggi akibat virus Covid-19 di Asia Tenggara. Di Indonesia pemerintah mencatat sekitar 100 ribu angka kematian pada 22 Agustus 2021.
Tujuh dari 10 negara yang mengalami tingkat kematian tertinggi akibat virus COVID-19 berada di Asia dan Pasifik. Vietnam, Fiji, dan Myanmar menduduki peringkat kelima tertinggi menurut Our World in Data.
“Kita harus mengupayakan agar negara-negara yang memiliki dosis vaksin berlebih untuk dapat membantu distribusi dosis vaksin ke negara-negara di Asia Tenggara. Kita juga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan produsen vaksin untuk meningkatkan kapasitas produksi dan teknologi,” ujar Alexander.
“Beberapa minggu ke depan adalah masa yang kritis untuk meningkatkan perawatan, pemeriksaan, serta vaksinasi di Asia Tenggara dengan menargetkan 70-80% tingkat vaksinasi jika ingin menang melawan varian-varian baru dan pandemi global ini,” tukasnya.
(ian)
Lihat Juga :