Penarikan Pasukan AS Munculkan Kekosongan di Afghanistan

Senin, 23 Agustus 2021 - 00:07 WIB
loading...
A A A
Hameed Hakimi, seorang peneliti untuk program Asia-Pasifik dan program Eropa di lembaga yang sama itu mengatakan Afghanistan telah mengalami “berbagai gelombang menguras otak” karena rezim telah berubah dalam 43 tahun sejak konflik dimulai.

Baca: Pentagon: Warga AS Dipukuli Taliban Saat Berusaha Capai Bandara Kabul

“Ini dimulai dengan kudeta komunis pada April 1978. Terakhir kali Taliban mengkonsolidasikan kekuasaan pada 1996, mereka menderita sanksi internasional yang keras. Kepemimpinan Taliban menyadari implikasi sanksi untuk negara yang sangat berbeda dengan yang terjadi pada tahun 2001,” ucapnya.

“Untuk para donor Barat, negara-negara regional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, ada tugas mendesak untuk membiasakan kembali diri mereka dengan pemerintah Taliban yang para pemimpinnya telah mereka kenal selama beberapa tahun dalam konteks ‘pembicaraan damai,” kata Hakimi.

Bagi Taliban, jelasnya, tantangan terbesar yang terbentang di depan adalah transisi dari pemberontakan ke pemerintahan; bahwa penerimaan di antara penduduk Afghanistan hanya akan terwujud ketika mereka melihat perubahan positif dalam hidup mereka.

Patricia Lewis, Direktur Program Keamanan Internasional di Chatham House mengatakan, dari perspektif keamanan internasional, peristiwa baru-baru ini di Afghanistan menunjukkan makna dari kesabaran strategis.

“Taliban dengan tepat berasumsi bahwa, seiring waktu, antusiasme barat akan berkurang dan politisi yang terpilih secara demokratis akan memutuskan untuk meninggalkan upaya mereka di negara ini – mereka hanya harus menunggu dan bersiap,” ucap Lewis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saling Gempur, Iran...
Saling Gempur, Iran Serang Target AS di Suriah, Yordania, dan Kuwait
Perkenalkan Sally, Robot...
Perkenalkan Sally, Robot Cantik yang Jadi Guru SMA
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-9 Beruntun usai Tentaranya Tewas Lagi Digempur Iran
Corong Iran Tantang...
Corong Iran Tantang AS Luncurkan Invasi Darat, Ungkap Rudal Bawah Tanah Teheran
1 Lagi Tentara AS Tewas...
1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Trump Tuduh Rusia Ikut...
Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!
Rekomendasi
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
First Look Ibra The...
First Look Ibra The Movie: Menembus Langit, Mengungkap Masa Lalu
Berita Terkini
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved