Senator Sebut 30.000 Tentara AS di Taiwan, Pakar China: Ini Deklarasi Perang

Minggu, 22 Agustus 2021 - 05:01 WIB
loading...
A A A
China dan AS menjalin hubungan diplomatik pada 1979 dengan syarat AS menghentikan hubungan resmi dengan Taiwan dan menarik semua Angkatan Darat AS dari pulau itu.

“Menyembunyikan 30.000 tentara secara diam-diam di Taiwan akan sangat melanggar perjanjian diplomatik China-AS, sangat melanggar hukum internasional, dan bahkan hukum domestik AS,” ujar pakar China yang mengkhususkan diri pada pernyataan Taiwan, mengatakan kepada Global Times dengan syarat anonim.

"Saya akan memilih untuk tidak percaya ini adalah kasus yang sebenarnya," ungkap Song Zhongping, ahli militer China dan komentator televisi, mengatakan kepada Global Times pada Selasa.

“Jika AS benar-benar secara rahasia menempatkan 30.000 tentara di pulau Taiwan, AS sebagai kekuatan eksternal mengganggu urusan dalam negeri China yang melanggar Undang-Undang Anti-Pemisahan China. Ini akan memicu konflik militer antara kedua negara,” papar Song.

“China dengan tegas menentang keterlibatan personel militer AS dalam urusan Taiwan, atau tentara AS yang menginjakkan kaki di Taiwan atau meluncurkan segala jenis kerja sama militer dengan tentara Taiwan,” ungkap Song.

Beberapa pengamat mengatakan jika data ini benar, itu sama saja dengan invasi militer dan pendudukan Taiwan, dan tindakan menyatakan perang terhadap China.

Mereka telah mendesak pemerintah AS dan otoritas Taiwan untuk mengklarifikasi tweet Cornyn.

Jika AS benar-benar memiliki pasukan yang ditempatkan di Taiwan, bahkan jika jumlahnya kecil, itu akan menjadi masalah serius yang telah merusak garis batas.

“Pasukan AS itu harus segera mundur dan tanpa syarat, dan pemerintah AS serta otoritas Taiwan harus secara terbuka meminta maaf atas hal ini,” pungkas para pengamat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
AS kembali Serang Iran,...
AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Kejagung Pastikan Telusuri...
Kejagung Pastikan Telusuri Informasi Bunker Lain Terkait Kasus Febrie Adriansyah
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Kejagung Sangkal Febrie...
Kejagung Sangkal Febrie Adriansyah Umrah: Sudah Dicekal, Kami Pastikan Ada di Indonesia
Berita Terkini
Trump Beri Tahu Kongres:...
Trump Beri Tahu Kongres: AS dan Iran Resmi Perang Lagi!
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved