Ironis, Pesawat Hanya Bawa Satu Penumpang Saat Ribuan Orang Menunggu di Kabul

Minggu, 22 Agustus 2021 - 00:01 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan "jembatan udara" dari Afghanistan dapat berlanjut setidaknya selama 48 jam, dan pemerintah Inggris berharap mengevakuasi sekitar 1.000 orang per hari.

Para menteri sebelumnya membantah pesawat RAF yang hampir kosong meninggalkan Kabul itu, menurut laporan Telegraph.

Namun ada laporan lain yang meresahkan. “Sekitar 125 warga Afghanistan yang disewa untuk menjaga Kedutaan Besar Inggris di Kabul diberitahu mereka tidak akan dievakuasi karena mereka tidak bekerja ‘langsung’ untuk London,” papar laporan Guardian pada Kamis.

Amerika Serikat juga telah berjuang mengevakuasi warganya sambil mengusir ribuan warga Afghanistan yang mencari penerbangan keluar dari Kabul.

Penduduk AS yang terdampar di Kabul diberi tahu bahwa penerbangan evakuasi dilakukan berdasarkan urutan kedatangan dan pemerintah AS tidak dapat memastikan perjalanan yang aman ke bandara.

Sebanyak 12 orang dilaporkan tewas di dalam dan sekitar bandara sejak Taliban merebut Kabul pada 15 Agustus.

Beberapa korban diyakini telah ditembak, sementara yang lain mungkin tewas karena terinjak-injak pengungsi lain.

Sebanyak dua orang diduga tewas setelah mencoba berpegangan pada bagian luar pesawat yang lepas landas dari bandara. Pasukan militer AS saat ini bertugas menjaga bandara Kabul.

Kekacauan proses evakuasi menuai kecaman pada pemerintah AS dan negara-negara Barat. Saat ini puluhan ribu orang masih menunggu proses evakuasi dari Kabul.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
Kisah Perjalanan Satu...
Kisah Perjalanan Satu Dekade Islam Makhachev di UFC
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved