Cerita Bendera Afghanistan Ganti 18 Kali, Termasuk Bendera Syahadat oleh Taliban

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 14:19 WIB
loading...
A A A
September 2001
Para pembajak menabrakkan empat pesawat komersial ke menara World Trade Center di New York, Pentagon dan lapangan Pennsylvania di Amerika Serikat (AS).

AS menyalahkan al-Qaeda dan menuntut Osama bin Laden dari Taliban, yang mengatakan akan memberikan dia ke negara netral. AS menolak dan, dengan Inggris, mulai membom Afghanistan pada bulan Oktober.

November 2001
Aliansi Utara anti-Taliban, termasuk pemerintah Rabbani, merebut Kabul dari Taliban. Bendera dan stempel Rabbani dipulihkan dengan syahadat yang ditambahkan dengan warna biru. Taliban mundur untuk melakukan kampanye panjang melawan pasukan Barat dan pemerintah Kabul.

2002
Sebulan setelah Hamid Karzai ditunjuk untuk memimpin pemerintah transisi yang didukung AS selama dua tahun, bendera kembali ke warna era Zaher dan lambang 1992 dengan pedang dihapus. Loya Jirga (Afghanistan Grand Assembly) pada bulan Juni membuat lambang emas, bukan putih.
Cerita Bendera Afghanistan Ganti 18 Kali, Termasuk Bendera Syahadat oleh Taliban

Oktober 2004
Karzai menjadi presiden setelah pemilu yang disengketakan. Afghanistan dinyatakan sebagai republik Islam dengan presiden yang sangat berkuasa. Dia memenangkan pemilu lain yang disengketakan pada tahun 2009.

Agustus 2013
Menjelang akhir pemerintahan Karzai, sebuah bendera tweak diresmikan. Emblem putih lebih besar, tumpang tindih dengan pita hitam dan hijau, dan beberapa detail ditambahkan.

September 2014
Ashraf Ghani menjadi presiden setelah dua putaran pemungutan suara dalam pemilu yang disengketakan oleh saingannya, Abdullah Abdullah. Skenario berulang pada September 2019.

Februari 2020
AS dan Taliban menandatangani “perjanjian untuk membawa perdamaian” ke Afghanistan setelah lebih dari 18 tahun perang.

2021
Pasukan AS dan NATO mulai menarik diri dari Afghanistan pada Juli, meninggalkan kekosongan kekuasaan yang memfasilitasi kemajuan Taliban. Pada bulan Agustus, Ghani melarikan diri dari Afghanistan. Taliban memperkenalkan kembali spanduk putihnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Tragis, Ibu Hamil 9...
Tragis, Ibu Hamil 9 Bulan dan 4 Anaknya Tewas akibat Kebakaran Apartemen
Rekomendasi
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
Dicap Teroris oleh PBB,...
Dicap Teroris oleh PBB, Ini Sosok PM Afghanistan Hasan Akhund
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved