Petinggi Taliban dan Mantan Presiden Afghanistan Karzai Bahas Pemerintahan Baru
Kamis, 19 Agustus 2021 - 10:07 WIB
loading...
A
A
A
Sejak Taliban berkuasa pada Minggu, AS telah membekukan miliaran dolar pendapatan Afghanistan, menghalangi Taliban mengakses uang.
Sementara beberapa negara telah memperingatkan agar tidak menahan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk negara yang dilanda perang dan kekurangan uang itu sampai Taliban melaksanakan janjinya untuk pemerintahan yang “menyeluruh”.
Sumber yang dekat dengan Taliban mengatakan kepada Arab News bahwa Baradar kemungkinan besar akan memimpin pemerintahan sementara dan mengambil alih negara.
Namun, seorang pengamat yang berbasis di Kabul, Wahidullah Ghazikhail, mengatakan kepada Arab News bahwa dia tidak “optimis” dari kedua belah pihak dapat segera mencapai kesepakatan.
“Akan ada pertemuan dan diskusi, tetapi tidak akan ada terobosan cepat karena semua pihak akan tawar-menawar karena ini bukan masalah sederhana,” papar dia.
“Mereka akan berbicara tentang mengubah konstitusi di antara hal-hal lain yang kemungkinan besar akan sangat sulit. Saya tidak terlalu optimis bahwa mereka akan segera mencapai kesepakatan,” ungkap dia.
Di tengah ketidakpastian, ribuan warga Afghanistan telah mencoba melarikan diri dari negara itu dalam beberapa hari terakhir, dengan Taliban mengambil alih bandara internasional Kabul pada Selasa.
Ratusan orang masih berkumpul di luar bandara pada Rabu, menurut laporan media.
Sementara beberapa negara telah memperingatkan agar tidak menahan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk negara yang dilanda perang dan kekurangan uang itu sampai Taliban melaksanakan janjinya untuk pemerintahan yang “menyeluruh”.
Sumber yang dekat dengan Taliban mengatakan kepada Arab News bahwa Baradar kemungkinan besar akan memimpin pemerintahan sementara dan mengambil alih negara.
Namun, seorang pengamat yang berbasis di Kabul, Wahidullah Ghazikhail, mengatakan kepada Arab News bahwa dia tidak “optimis” dari kedua belah pihak dapat segera mencapai kesepakatan.
“Akan ada pertemuan dan diskusi, tetapi tidak akan ada terobosan cepat karena semua pihak akan tawar-menawar karena ini bukan masalah sederhana,” papar dia.
“Mereka akan berbicara tentang mengubah konstitusi di antara hal-hal lain yang kemungkinan besar akan sangat sulit. Saya tidak terlalu optimis bahwa mereka akan segera mencapai kesepakatan,” ungkap dia.
Di tengah ketidakpastian, ribuan warga Afghanistan telah mencoba melarikan diri dari negara itu dalam beberapa hari terakhir, dengan Taliban mengambil alih bandara internasional Kabul pada Selasa.
Ratusan orang masih berkumpul di luar bandara pada Rabu, menurut laporan media.
(sya)
Lihat Juga :