Sumpah Pulang ke Afghanistan, Ghani Sudah ‘Tidak Dianggap’ Amerika Serikat

Kamis, 19 Agustus 2021 - 07:37 WIB
loading...
Sumpah Pulang ke Afghanistan,...
Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani muncul dalam pesan video dari UEA, 18 Agustus 2021. Foto/Facebook/ashrafghani.af
A A A
DUBAI - Mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bersumpah akan kembali ke Afghanistan untuk menegakkan keadilan bagi rakyatnya. Namun Amerika Serikat (AS) menegaskan sudah tak menganggap Ghani sebagai faktor penting.

Ghani dituduh melarikan diri dari Afghanistan dengan sejumlah besar uang, angka yang beberapa orang menyebut sekitar USD169 juta.

Awalnya diyakini bahwa dia telah melarikan diri ke Tajikistan atau Uzbekistan sebelum dikonfirmasi pada Rabu pagi (18/7) bahwa dia melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga: Ashraf Ghani: Jangan Menilai Saya Jika Anda Tidak Tahu Detail Lengkapnya

Ghani kepada publik pada Rabu dan menyatakan dia sepenuhnya bermaksud kembali ke Afghanistan dalam waktu dekat untuk memberikan "keadilan" bagi semua warga negara Afghanistan.

Baca juga: Mantan Presiden Afghanistan Ghani Nongol di UEA, Sangkal Gondol Uang Jutaan Dolar

"Saya sedang berkonsultasi dengan orang lain sampai saya kembali sehingga saya dapat melanjutkan upaya saya untuk keadilan bagi warga Afghanistan," tutur Ghani, mengulangi bahwa dia memilih meninggalkan negaranya untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut dan mencegah "bencana besar" setelahnya.

Baca juga: Bawa Banyak Uang Tunai, Eks Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur ke UEA

Pasukan Taliban melanggar janji untuk tidak memasuki Kabul selama akhir pekan.

Tidak jelas bagaimana Ghani akan dapat merebut kembali kursi kepresidenan dengan pejabat Taliban di pucuk pimpinan.

Jake Sullivan yang menjabat sebagai penasihat keamanan nasional untuk Gedung Putih Joe Biden memberi tahu wartawan selama pengarahan Selasa bahwa mantan presiden Afghanistan "tidak lagi menjadi faktor" di Afghanistan karena dia telah melarikan diri dari negara itu.

Pernyataan serupa ditegaskan kembali oleh Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman pada Rabu (18/8).

Ghani juga mengambil kesempatan untuk menyangkal laporan sebelumnya bahwa dia telah meninggalkan Afghanistan dengan menggondol uang jutaan dolar.

Dia menggarisbawahi bahwa tuduhan semacam itu sepenuhnya salah dan tidak berdasar. "Itu bohong," tegas dia dalam pidatonya.

Laporan tentang Ghani yang melarikan diri dari Afghanistan dengan jutaan uang tunai muncul dari juru bicara Kedutaan Besar Rusia yang sebelumnya mengatakan kepada Sputnik bahwa Ghani pergi dengan empat mobil yang telah diisi uang sampai penuh.

"Mereka mencoba memasukkan sebagian uang itu ke dalam helikopter, tetapi semuanya tidak muat. Sebagian uang itu tertinggal di landasan," papar pejabat itu.

Laporan lebih lanjut menuduh jumlah dolar yang dibawa Ghani lebih dari USD169 juta. Namun, angka itu tidak pernah dapat dikonfirmasi.

"Saya berharap dalam beberapa hari mendatang kita akan mengatasi ini dan Afghanistan akan mengalami perdamaian dan stabilitas," tutur dia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Gempa Venezuela, Badan...
Gempa Venezuela, Badan Geologi AS Bikin Pemodelan Korban Tewas 10.000 hingga 100.000 Orang
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Berita Terkini
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved