Korban COVID-19 Harian Indonesia Tertinggi di Dunia
Rabu, 18 Agustus 2021 - 19:35 WIB
loading...
Korban meninggal akibat COVID-19 harian di Indonesia tertinggi di dunia. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A
A
A
PARIS - Virus Corona baru telah menewaskan sedikitnya 4.381.911 orang di seluruh dunia sejak wabah itu muncul di China pada Desember 2019. Jumlah itu menurut penghitungan dari sumber resmi yang dikumpulkan oleh kantor berita Prancis, AFP, Rabu (18/8/2021).
Setidaknya 208.545.350 kasus virus Corona baru telah terdaftar. Sebagian besar telah pulih, meskipun beberapa terus mengalami gejala berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan kemudian.
Angka-angka tersebut didasarkan pada laporan harian yang diberikan oleh otoritas kesehatan di setiap negara. Mereka mengecualikan revisi yang dibuat oleh organisasi statistik lain, yang menunjukkan bahwa jumlah kematian jauh lebih tinggi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa korban keseluruhan pandemi bisa dua hingga tiga kali lebih tinggi dari catatan resmi, karena kelebihan kematian yang secara langsung dan tidak langsung terkait dengan COVID-19 .
Baca juga: Singapura Bersiap untuk Hidup dengan COVID-19
Sejumlah besar kasus yang kurang parah atau tanpa gejala juga tetap tidak terdeteksi, meskipun pengujian dilakukan secara intensif di banyak negara.
Setidaknya 208.545.350 kasus virus Corona baru telah terdaftar. Sebagian besar telah pulih, meskipun beberapa terus mengalami gejala berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan kemudian.
Angka-angka tersebut didasarkan pada laporan harian yang diberikan oleh otoritas kesehatan di setiap negara. Mereka mengecualikan revisi yang dibuat oleh organisasi statistik lain, yang menunjukkan bahwa jumlah kematian jauh lebih tinggi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa korban keseluruhan pandemi bisa dua hingga tiga kali lebih tinggi dari catatan resmi, karena kelebihan kematian yang secara langsung dan tidak langsung terkait dengan COVID-19 .
Baca juga: Singapura Bersiap untuk Hidup dengan COVID-19
Sejumlah besar kasus yang kurang parah atau tanpa gejala juga tetap tidak terdeteksi, meskipun pengujian dilakukan secara intensif di banyak negara.
Lihat Juga :