Trump Salahkan Biden atas Taliban yang Menggila di Afghanistan
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Amerika Serikat menandatangani perjanjian dengan Taliban di Doha pada 29 Februari 2020, berkomitmen untuk penarikan pasukan AS dan NATO pada 1 Mei 2021, dengan imbalan jaminan keamanan.
Itu termasuk janji oleh para militan mengadakan pembicaraan damai dengan pemerintah di Kabul, untuk tidak menyerang AS atau kepentingannya, dan untuk tidak mendukung kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dalam menyerang Amerika Serikat.
Setelah perjanjian itu, pemerintahan Trump secara tajam memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan dan tetap berkomitmen pada batas waktu 1 Mei, bahkan ketika Taliban mempercepat serangannya terhadap pasukan keamanan pemerintah setelah kesepakatan Doha.
Pengurangan pasukan AS di era Trump berlanjut setelah dia kalah dalam pemilu presiden November untuk meninggalkan jumlah 2.500 tentara, bersama dengan sekitar 16.000 kontraktor sipil, yang masih di Afghanistan ketika Biden menjabat pada 20 Januari.
Biden menghentikan penarikan lebih lanjut untuk peninjauan kebijakan, dan pada April mengumumkan penarikan akan dilanjutkan.
Dia mendorong batas waktu semula menjadi 11 September 2021, sebelum memindahkannya lagi ke 31 Agustus.
Itu termasuk janji oleh para militan mengadakan pembicaraan damai dengan pemerintah di Kabul, untuk tidak menyerang AS atau kepentingannya, dan untuk tidak mendukung kelompok-kelompok seperti al-Qaeda dalam menyerang Amerika Serikat.
Setelah perjanjian itu, pemerintahan Trump secara tajam memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan dan tetap berkomitmen pada batas waktu 1 Mei, bahkan ketika Taliban mempercepat serangannya terhadap pasukan keamanan pemerintah setelah kesepakatan Doha.
Pengurangan pasukan AS di era Trump berlanjut setelah dia kalah dalam pemilu presiden November untuk meninggalkan jumlah 2.500 tentara, bersama dengan sekitar 16.000 kontraktor sipil, yang masih di Afghanistan ketika Biden menjabat pada 20 Januari.
Biden menghentikan penarikan lebih lanjut untuk peninjauan kebijakan, dan pada April mengumumkan penarikan akan dilanjutkan.
Dia mendorong batas waktu semula menjadi 11 September 2021, sebelum memindahkannya lagi ke 31 Agustus.
(sya)
Lihat Juga :