Biden Tegaskan Tidak Menyesali Penarikan Pasukan AS dari Afghanistan

Rabu, 11 Agustus 2021 - 08:29 WIB
loading...
Biden Tegaskan Tidak...
Presiden AS Joe Biden. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak menyesali keputusannya menarik pasukan dari Afghanistan , saat Taliban terus membuat kemajuan.

Biden mendesak para pemimpin Afghanistan untuk bersatu dan "berjuang untuk bangsa mereka".

Kekerasan telah meningkat di Afghanistan sekarang saat pasukan asing pimpinan AS ditarik setelah 20 tahun operasi militer.

Baca juga: Gubernur New York Andrew Cuomo Mundur karena Skandal Pelecehan Seks

Taliban telah mengambil alih delapan dari 34 ibu kota provinsi negara itu, dan mengancam lebih banyak wilayah lagi.

Baca juga: Kathy Hochul Gantikan Cuomo, Segera Jadi Gubernur Wanita Pertama di New York

Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Selasa (10/8), Biden mengatakan AS memenuhi komitmen yang telah dibuatnya ke Afghanistan, seperti memberikan dukungan udara jarak dekat, membayar gaji militer serta memasok pasukan Afghanistan dengan makanan dan peralatan.

Baca juga: Taliban Terus Serang Afghanistan Utara, Puluhan Ribu Warga Melarikan Diri

Tapi dia berkata, "Mereka harus berjuang untuk diri mereka sendiri."

Lebih dari 1.000 warga sipil tewas di tengah pertempuran sengit antara Taliban dan pasukan pemerintah dalam sebulan terakhir, menurut PBB.

Badan anak-anak Unicef memperingatkan pekan ini bahwa kekejaman yang dilakukan terhadap anak-anak tumbuh semakin tinggi dari hari ke hari.

Dalam kemajuan besar terbaru, gerilyawan Taliban merebut dua ibu kota provinsi lagi yakni kota Farah dan Pul-e-Khumri pada Selasa (10/8).

Para pejabat mengatakan gerilyawan telah mengibarkan bendera mereka di alun-alun utama dan di kantor gubernur di Pul-e-Khumri, ibu kota provinsi Baghlan, yang terletak sekitar 200 km dari ibu kota Kabul.

Seorang jurnalis lokal dan anggota dewan provinsi mengatakan kepada BBC bahwa kota barat Farah juga telah jatuh ke tangan Taliban.

Keuntungan lain oleh Taliban pekan ini termasuk kota utama Kunduz di utara. Kota itu dianggap sebagai pintu gerbang ke provinsi-provinsi yang kaya mineral dan berada di lokasi penting yang strategis dekat perbatasan dengan Tajikistan, yang digunakan untuk penyelundupan opium dan heroin.

Pertempuran sengit berlanjut di bagian lain negara itu, dan pesawat AS dan Afghanistan telah melakukan serangan udara.

Saat pertempuran berkecamuk, ribuan orang telah meninggalkan rumah mereka.

"Kami melihat mayat-mayat tergeletak di dekat penjara, ada anjing di sebelah mereka," ujar seorang wanita yang meninggalkan Kunduz saat Taliban mengambil alih.

Penduduk yang masih berada di kota itu mengatakan toko-toko mulai dibuka kembali ketika gerilyawan Taliban memusatkan perhatian mereka pada pasukan pemerintah yang telah mundur ke bandara.

"Orang-orang membuka toko dan bisnis mereka, tetapi Anda masih bisa melihat ketakutan di mata mereka," papar salah seorang.

Taliban telah menolak seruan internasional untuk gencatan senjata dengan pasukan pemerintah Kabul.

Kepala Staf Pertahanan Inggris Jenderal Sir Nick Carter mengatakan kepada BBC bahwa jika negara terpecah, "kondisi ideal" dapat muncul untuk terorisme internasional dan ekstremisme kekerasan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
10 Negara yang Paling...
10 Negara yang Paling Tidak Dikenal, dari Nauru hingga Tuvalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved