Laporan PBB Soal Perubahan Iklim Nyalakan Kode Merah untuk Kemanusiaan

Selasa, 10 Agustus 2021 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Lautan akan terus menghangat dan menjadi lebih asam. Gletser gunung dan kutub akan terus mencair selama beberapa dekade atau abad.

"Konsekuensinya akan terus bertambah buruk untuk setiap pemanasan," ujar Prof Hawkins.

"Dan untuk banyak dari konsekuensi ini, tidak ada jalan untuk kembali," papar dia.

Ketika sampai pada kenaikan permukaan laut, para ilmuwan telah memodelkan kisaran kemungkinan tingkat emisi yang berbeda.

Namun, kenaikan sekitar 2 meter pada akhir abad ini tidak dapat dikesampingkan dan bahkan proyeksi kenaikan 5 meter sulit dihindari pada 2150.

Hasil seperti itu, meskipun tidak mungkin, akan mengancam jutaan orang lagi di wilayah pesisir dengan banjir pada 2100.

Salah satu aspek kunci dari laporan tersebut adalah perkiraan tingkat kenaikan suhu dan apa artinya bagi keselamatan umat manusia.

Hampir setiap negara di Bumi menandatangani tujuan perjanjian iklim Paris pada 2015.

Pakta ini bertujuan menjaga kenaikan suhu global jauh di bawah 2 derajat Celsius abad ini dan untuk mengejar upaya agar tetap di bawah 1,5 derajat Celsius.

Laporan baru ini mengatakan dalam semua skenario emisi yang dipertimbangkan para ilmuwan, kedua target akan dipatahkan abad ini kecuali terjadi pemotongan besar-besaran dalam karbon.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
Libur Sekolah Tiba,...
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Harus Keluar Banyak Biaya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved