Akibat Kekurangan Pekerja, Selandia Baru ‘Terpaksa’ Buka Perbatasan
Senin, 09 Agustus 2021 - 21:36 WIB
loading...
A
A
A
"Kami mengandalkan perawat berkualifikasi internasional untuk memenuhi kebutuhan staf kami, tetapi dengan penutupan perbatasan, kami tidak mendapatkan apa pun," kata manajer layanan industri Organisasi Perawat Selandia Baru, Glenda Alexander.
“Perawat kelelahan, mereka sendiri sakit dan terus-menerus khawatir bahwa mereka akan membuat kesalahan yang dapat mempengaruhi pasien mereka,” sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (9/8/2021).
Sektor perhotelan juga mengalami hal yang sama. Sekitar 2.000 restoran menghentikan layanan dan mematikan lampu pada bulan lalu sebagai bagian dari kampanye untuk menarik perhatian pemerintah pada kekurangan koki dan tenaga kerja terampil lainnya.
Ardern telah mengindikasikan dia akan tetap berhati-hati ketika dia menguraikan rencana enam bulan pemerintahnya untuk kesehatan masyarakat dan kontrol perbatasan.
"Setiap perubahan pengaturan perbatasan akan dipertimbangkan secara hati-hati secara bertahap, berdasarkan risiko. Kami telah datang terlalu jauh dan mendapatkan terlalu banyak kebebasan untuk terburu-buru pada langkah berikutnya dan mundur,” ucap Ardern.
“Perawat kelelahan, mereka sendiri sakit dan terus-menerus khawatir bahwa mereka akan membuat kesalahan yang dapat mempengaruhi pasien mereka,” sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia pada Senin (9/8/2021).
Sektor perhotelan juga mengalami hal yang sama. Sekitar 2.000 restoran menghentikan layanan dan mematikan lampu pada bulan lalu sebagai bagian dari kampanye untuk menarik perhatian pemerintah pada kekurangan koki dan tenaga kerja terampil lainnya.
Ardern telah mengindikasikan dia akan tetap berhati-hati ketika dia menguraikan rencana enam bulan pemerintahnya untuk kesehatan masyarakat dan kontrol perbatasan.
"Setiap perubahan pengaturan perbatasan akan dipertimbangkan secara hati-hati secara bertahap, berdasarkan risiko. Kami telah datang terlalu jauh dan mendapatkan terlalu banyak kebebasan untuk terburu-buru pada langkah berikutnya dan mundur,” ucap Ardern.
Lihat Juga :