Penerjemah Afghanistan Minta Tolong Inggris: 'Taliban Akan Memenggal Saya'
Senin, 09 Agustus 2021 - 11:52 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam beberapa bulan mendatang, Taliban akan menangkap saya,” kata pria berinisial N, seorang ayah dari tiga anak, kepada Sky News melalui telepon genggam.
Dia juga berbagi foto dengan anak-anaknya yang memegang plakat bertuliskan "Tolong kami pemerintah Inggris" dan "Selamatkan hidup kami, Inggris".
"Sesegera mungkin, mereka [Taliban] akan menemukan saya, mereka akan membunuh saya. Mereka [Taliban] akan membantai dan memenggal kepala saya dan keluarga saya," ujarnya.
Mantan penerjemah lainnya berinisial W, memiliki sentimen yang sama. Dia berkomunikasi dengan Sky News melalui email karena sinyal telepon yang sangat buruk dan ketidakmampuan media tersebut untuk mengirim wartawan ke daerah itu karena alasan keamanan.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa ibu kota provinsi jatuh ke tangan Taliban, termasuk kota terbesar kelima di negara itu, Kunduz.
“Tolong bawa perubahan dalam kebijakan Anda. Jangan tinggalkan siapa pun yang bekerja untuk pasukan Inggris,” pinta W.
"Saya benar-benar takut tentang hidup saya karena saya sudah kehilangan anggota keluarga saya. Taliban lebih kuat dari waktu lainnya...Kami merasa patah hati."
Dia juga berbagi foto dengan anak-anaknya yang memegang plakat bertuliskan "Tolong kami pemerintah Inggris" dan "Selamatkan hidup kami, Inggris".
"Sesegera mungkin, mereka [Taliban] akan menemukan saya, mereka akan membunuh saya. Mereka [Taliban] akan membantai dan memenggal kepala saya dan keluarga saya," ujarnya.
Mantan penerjemah lainnya berinisial W, memiliki sentimen yang sama. Dia berkomunikasi dengan Sky News melalui email karena sinyal telepon yang sangat buruk dan ketidakmampuan media tersebut untuk mengirim wartawan ke daerah itu karena alasan keamanan.
Dalam beberapa hari terakhir, beberapa ibu kota provinsi jatuh ke tangan Taliban, termasuk kota terbesar kelima di negara itu, Kunduz.
“Tolong bawa perubahan dalam kebijakan Anda. Jangan tinggalkan siapa pun yang bekerja untuk pasukan Inggris,” pinta W.
"Saya benar-benar takut tentang hidup saya karena saya sudah kehilangan anggota keluarga saya. Taliban lebih kuat dari waktu lainnya...Kami merasa patah hati."
Lihat Juga :