Warga Desa Marah, Hadang Truk Peluncur Roket Hizbullah, Takut Dibalas Israel
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 22:27 WIB
loading...
A
A
A
Laporan media menunjukkan penduduk desa berasal dari komunitas Druze Lebanon, pengikut agama monoteistik dan Ibrahim.
Walikota yang berwenang di desa Chouya mengkonfirmasi insiden tersebut. “Dia menjelaskan, dua truk yang membawa peluncur roket telah dihentikan dan isinya telah disita tentara,” tulis seorang koresponden National di Twitter, mengutip percakapan dengan walikota.
Dalam pernyataan, Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) mengatakan mereka telah menangkap empat orang sehubungan dengan peluncuran roket itu, tetapi hanya satu peluncur yang disita.
The Times of Israel, mengutip pernyataan yang mengatakan Hizbullah mengakui peristiwa yang terjadi di Chouya dan bersumpah tidak menempatkan desa-desa seperti itu dalam bahaya lagi.
Sejak Rabu, pasukan Hizbullah dan Israel telah baku tembak di sekitar Garis Biru yang memisahkan Israel dari Lebanon.
Tel Aviv meminta Beirut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan terhadap warga Israel oleh Hizbullah, sementara Lebanon menuntut Israel menahan diri dari operasi "agresif" di wilayahnya.
Pada Rabu, Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) meminta semua pihak menghentikan konflik agar tidak meningkat lebih lanjut, dan mengatakan akan bekerja dengan militer Lebanon untuk memperkuat keamanan.
Walikota yang berwenang di desa Chouya mengkonfirmasi insiden tersebut. “Dia menjelaskan, dua truk yang membawa peluncur roket telah dihentikan dan isinya telah disita tentara,” tulis seorang koresponden National di Twitter, mengutip percakapan dengan walikota.
Dalam pernyataan, Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) mengatakan mereka telah menangkap empat orang sehubungan dengan peluncuran roket itu, tetapi hanya satu peluncur yang disita.
The Times of Israel, mengutip pernyataan yang mengatakan Hizbullah mengakui peristiwa yang terjadi di Chouya dan bersumpah tidak menempatkan desa-desa seperti itu dalam bahaya lagi.
Sejak Rabu, pasukan Hizbullah dan Israel telah baku tembak di sekitar Garis Biru yang memisahkan Israel dari Lebanon.
Tel Aviv meminta Beirut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan terhadap warga Israel oleh Hizbullah, sementara Lebanon menuntut Israel menahan diri dari operasi "agresif" di wilayahnya.
Pada Rabu, Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) meminta semua pihak menghentikan konflik agar tidak meningkat lebih lanjut, dan mengatakan akan bekerja dengan militer Lebanon untuk memperkuat keamanan.
(sya)
Lihat Juga :