Presiden Prancis Kecam 'Kegagalan Moral' Para Politisi Lebanon
Kamis, 05 Agustus 2021 - 06:29 WIB
loading...
Patung untuk mengenang tragedi ledakan di Beirut, Lebanon. Foto/REUTERS
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron mengkritik para politisi Lebanon atas “kegagalan moral” yang telah memungkinkan negara itu jatuh lebih jauh ke dalam krisis sosial dan ekonomi.
Pernyataan pemimpin Prancis itu muncul pada pembukaan konferensi penggalangan dana internasional, yang berupaya mengamankan USD350 juta untuk membantu Lebanon.
Terlepas dari upaya internasional untuk membantu Lebanon mengatasi gejolak yang diperburuk oleh ledakan Beirut Agustus 2020, Macron memperingatkan penggalangan dana apa pun tidak akan disajikan sebagai “cek kosong untuk sistem politik Lebanon” sampai para pejabat mengatasi kegagalan mereka sendiri.
Baca juga: India Luncurkan Kapal Induk Pertama Buatan Lokal, Janjikan Lebih Banyak Lagi
Ledakan pada Agustus 2020 menghancurkan sebagian besar kota pelabuhan utama bekas koloni Prancis itu, menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai lebih dari 7.500 orang.
Baca juga: Turki Marah AS Lepas Tanggung Jawab, Tak Mau Tampung Pengungsi Baru Afghanistan
Dampak dari ledakan Beirut mengakibatkan pengunduran diri pemerintah yang berkuasa, menciptakan kekosongan politik yang belum terisi, dengan tidak ada pemerintahan permanen baru yang terbentuk dalam 12 bulan berikutnya.
Baca juga: Saudi Izinkan Visa untuk 49 Negara, Indonesia Tidak Masuk Daftar
Presiden Lebanon Michel Aoun yang muncul di acara konferensi video peringatan itu menegaskan kembali kekhawatiran Macron tentang kegagalan penjabat pemerintah yang ditunjuk dengan harapan menstabilkan negara.
Selain menyerukan persatuan di dalam negeri, Aoun mendesak para pejabat bekerja sama sementara Lebanon “saat ini sedang melalui masa-masa tersulit.”
Pekan lalu, Aoun menunjuk pengusaha Najib Mikati sebagai perdana menteri baru yang ditunjuk setelah mantan Penjabat Perdana Menteri Saad Hariri mengundurkan diri, setelah gagal memecahkan kebuntuan politik di negara itu.
Setelah pengangkatannya, Mikati membahas tawaran bantuan internasional, dengan menyatakan, “Dengan kerja sama dengan presiden, kami akan membentuk pemerintahan sesuai dengan inisiatif Prancis.”
Pernyataan pemimpin Prancis itu muncul pada pembukaan konferensi penggalangan dana internasional, yang berupaya mengamankan USD350 juta untuk membantu Lebanon.
Terlepas dari upaya internasional untuk membantu Lebanon mengatasi gejolak yang diperburuk oleh ledakan Beirut Agustus 2020, Macron memperingatkan penggalangan dana apa pun tidak akan disajikan sebagai “cek kosong untuk sistem politik Lebanon” sampai para pejabat mengatasi kegagalan mereka sendiri.
Baca juga: India Luncurkan Kapal Induk Pertama Buatan Lokal, Janjikan Lebih Banyak Lagi
Ledakan pada Agustus 2020 menghancurkan sebagian besar kota pelabuhan utama bekas koloni Prancis itu, menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai lebih dari 7.500 orang.
Baca juga: Turki Marah AS Lepas Tanggung Jawab, Tak Mau Tampung Pengungsi Baru Afghanistan
Dampak dari ledakan Beirut mengakibatkan pengunduran diri pemerintah yang berkuasa, menciptakan kekosongan politik yang belum terisi, dengan tidak ada pemerintahan permanen baru yang terbentuk dalam 12 bulan berikutnya.
Baca juga: Saudi Izinkan Visa untuk 49 Negara, Indonesia Tidak Masuk Daftar
Presiden Lebanon Michel Aoun yang muncul di acara konferensi video peringatan itu menegaskan kembali kekhawatiran Macron tentang kegagalan penjabat pemerintah yang ditunjuk dengan harapan menstabilkan negara.
Selain menyerukan persatuan di dalam negeri, Aoun mendesak para pejabat bekerja sama sementara Lebanon “saat ini sedang melalui masa-masa tersulit.”
Pekan lalu, Aoun menunjuk pengusaha Najib Mikati sebagai perdana menteri baru yang ditunjuk setelah mantan Penjabat Perdana Menteri Saad Hariri mengundurkan diri, setelah gagal memecahkan kebuntuan politik di negara itu.
Setelah pengangkatannya, Mikati membahas tawaran bantuan internasional, dengan menyatakan, “Dengan kerja sama dengan presiden, kami akan membentuk pemerintahan sesuai dengan inisiatif Prancis.”
(sya)
Lihat Juga :