Turki Marah AS Lepas Tanggung Jawab, Tak Mau Tampung Pengungsi Baru Afghanistan

Rabu, 04 Agustus 2021 - 23:01 WIB
loading...
Turki Marah AS Lepas...
Kapal penjaga pantai Turki yang membawa para migran tiba di pelabuhan Turki, 27 Juli 2021. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Turki menyebut Amerika Serikat "tidak bertanggung jawab" setelah pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengumumkan akan memperluas upaya membantu warga Afghanistan yang terancam.

AS memperingatkan proses persetujuan akan memakan waktu berbulan-bulan di negara ketiga.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgic mengatakan pernyataan AS yang menyarankan Turki sebagai tempat aplikasi "tanpa konsultasi."

Baca juga: Rentetan Bom dan Penembakan Guncang Kabul, Menhan Afghanistan Jadi Target

Bilgic menegaskan Turki tidak memiliki kapasitas untuk menanggung krisis migrasi lainnya.

Baca juga: Perang Menggila, Taliban Kepung Kota di Afghanistan, Warga Diminta Mengungsi

“AS mungkin langsung mengangkut orang-orang ini dengan pesawat. Turki tidak akan mengambil alih tanggung jawab internasional negara ketiga,” tegas Bilgic.

Baca juga: Taliban Dituduh Bantai 40 Warga Sipil Afghanistan sebagai Balas Dendam

Dia menambahkan Turki tidak akan membiarkan undang-undangnya disalahgunakan negara lain. Dia mengatakan pengumuman AS akan memicu krisis pengungsi besar.

Turki sudah menampung sekitar 3,7 juta warga Suriah yang melarikan diri dari perang saudara di negara tetangga itu.

Warga Afghanistan juga telah melarikan diri ke Turki untuk menghindari perang dan ketidakstabilan negara mereka akibat perang antara Taliban dan militer pemerintah.

Laporan media dari kota-kota perbatasan dengan Iran menunjukkan jumlah warga Afghanistan yang menyeberang ke Turki meningkat tajam.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan memperluas cakupan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk status pengungsi di AS untuk memasukkan karyawan saat ini dan mantan karyawan berbagai organisasi berita yang berbasis di AS, badan bantuan dan pembangunan yang berbasis di AS dan kelompok bantuan lain yang menerima dana AS.

Karyawan saat ini dan mantan karyawan pemerintah AS dan operasi militer NATO yang tidak memenuhi kriteria untuk program khusus bagi pekerja tersebut juga ditanggung.

Tetapi para pelamar harus meninggalkan Afghanistan untuk memulai proses pengadilan yang mungkin memakan waktu 12-14 bulan di negara ketiga, dan AS tidak bermaksud mendukung sejak keberangkatan mereka atau saat mereka tinggal di negara ketiga.

Pernyataan AS itu jelas memicu gelombang baru pengungsi dari Afghanistan yang saat ini bergerak melintasi Iran menuju Turki.

Situasi ini membuat negara-negara yang menjadi perlintasan pengungsi Afghanistan turut mendapat beban untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Ujian Tahun Pertama...
Ujian Tahun Pertama Kepengurusan AMKI, Mencari Bentuk di Tengah Industri Media
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Berita Terkini
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
3 Alasan Iran Serang...
3 Alasan Iran Serang Kuwait dan Bahrain, Ada Pergerakan Membantu Militer AS
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved