Turki Marah AS Lepas Tanggung Jawab, Tak Mau Tampung Pengungsi Baru Afghanistan
Rabu, 04 Agustus 2021 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Departemen Luar Negeri AS mengatakan memperluas cakupan warga Afghanistan yang memenuhi syarat untuk status pengungsi di AS untuk memasukkan karyawan saat ini dan mantan karyawan berbagai organisasi berita yang berbasis di AS, badan bantuan dan pembangunan yang berbasis di AS dan kelompok bantuan lain yang menerima dana AS.
Karyawan saat ini dan mantan karyawan pemerintah AS dan operasi militer NATO yang tidak memenuhi kriteria untuk program khusus bagi pekerja tersebut juga ditanggung.
Tetapi para pelamar harus meninggalkan Afghanistan untuk memulai proses pengadilan yang mungkin memakan waktu 12-14 bulan di negara ketiga, dan AS tidak bermaksud mendukung sejak keberangkatan mereka atau saat mereka tinggal di negara ketiga.
Pernyataan AS itu jelas memicu gelombang baru pengungsi dari Afghanistan yang saat ini bergerak melintasi Iran menuju Turki.
Situasi ini membuat negara-negara yang menjadi perlintasan pengungsi Afghanistan turut mendapat beban untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
Karyawan saat ini dan mantan karyawan pemerintah AS dan operasi militer NATO yang tidak memenuhi kriteria untuk program khusus bagi pekerja tersebut juga ditanggung.
Tetapi para pelamar harus meninggalkan Afghanistan untuk memulai proses pengadilan yang mungkin memakan waktu 12-14 bulan di negara ketiga, dan AS tidak bermaksud mendukung sejak keberangkatan mereka atau saat mereka tinggal di negara ketiga.
Pernyataan AS itu jelas memicu gelombang baru pengungsi dari Afghanistan yang saat ini bergerak melintasi Iran menuju Turki.
Situasi ini membuat negara-negara yang menjadi perlintasan pengungsi Afghanistan turut mendapat beban untuk memberikan bantuan kemanusiaan.
(sya)
Lihat Juga :