Kasus Harian COVID-19 Dunia Meningkat, WHO Nyalakan Tanda Bahaya
Sabtu, 31 Juli 2021 - 14:34 WIB
loading...
A
A
A
Wabah itu terkait dengan perayaan 4 Juli, dengan jumlah orang yang terinfeksi terakhir membengkak menjadi 900, menurut laporan lokal. Temuan ini digunakan untuk membenarkan kembalinya penggunaan masker untuk orang yang divaksinasi di daerah berisiko tinggi.
"Sebagai orang yang divaksinasi, jika Anda memiliki salah satu dari infeksi terobosan ini, Anda mungkin memiliki gejala ringan, Anda mungkin tidak memiliki gejala, tetapi berdasarkan apa yang kami lihat di sini, Anda dapat menularkan ke orang lain," ujar Celine Gounder, seorang dokter penyakit dan profesor di Universitas New York, kepada AFP.
Menurut dokumen CDC yang bocor, tinjauan temuan dari negara lain menunjukkan bahwa sementara SARS-CoV-2 asli menular seperti flu biasa, setiap orang dengan Delta menginfeksi rata-rata delapan orang lainnya, membuatnya menular seperti cacar air tetapi masih kurang dari campak.
Laporan dari Kanada, Skotlandia, dan Singapura menunjukkan bahwa infeksi Delta mungkin juga lebih parah, mengakibatkan lebih banyak rawat inap.
Ditanya apakah orang Amerika harus mengharapkan rekomendasi baru dari otoritas kesehatan atau tindakan pembatasan baru, Presiden AS Joe Biden menjawab, "kemungkinan besar," sebelum meninggalkan Gedung Putih dengan helikopter untuk akhir pekan.
Dia tidak merinci langkah apa yang bisa diambil.
Baca juga: Biden Tawarkan Rp1,4 Juta Bagi Warga AS yang Bersedia Divaksin
"Sebagai orang yang divaksinasi, jika Anda memiliki salah satu dari infeksi terobosan ini, Anda mungkin memiliki gejala ringan, Anda mungkin tidak memiliki gejala, tetapi berdasarkan apa yang kami lihat di sini, Anda dapat menularkan ke orang lain," ujar Celine Gounder, seorang dokter penyakit dan profesor di Universitas New York, kepada AFP.
Menurut dokumen CDC yang bocor, tinjauan temuan dari negara lain menunjukkan bahwa sementara SARS-CoV-2 asli menular seperti flu biasa, setiap orang dengan Delta menginfeksi rata-rata delapan orang lainnya, membuatnya menular seperti cacar air tetapi masih kurang dari campak.
Laporan dari Kanada, Skotlandia, dan Singapura menunjukkan bahwa infeksi Delta mungkin juga lebih parah, mengakibatkan lebih banyak rawat inap.
Ditanya apakah orang Amerika harus mengharapkan rekomendasi baru dari otoritas kesehatan atau tindakan pembatasan baru, Presiden AS Joe Biden menjawab, "kemungkinan besar," sebelum meninggalkan Gedung Putih dengan helikopter untuk akhir pekan.
Dia tidak merinci langkah apa yang bisa diambil.
Baca juga: Biden Tawarkan Rp1,4 Juta Bagi Warga AS yang Bersedia Divaksin
(ian)
Lihat Juga :