Kompleks PBB di Afghanistan Barat Diserang, Satu Penjaga Tewas
Sabtu, 31 Juli 2021 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Serangan itu terjadi ketika pasukan Amerika Serikat (AS) dan koalisi mendekati akhir penarikan mereka dari Afghanistan, dengan pasukan keamanan Afghanistan berjuang untuk menahan laju pejuang Taliban yang terus membuat kemajuan menakjubkan di Ibu Kota provinsi di negara yang dilanda perang itu.
Herat adalah Ibu Kota provinsi kedua yang diserbu Taliban dalam 24 jam terakhir, menurut Reuters. Pejuang Taliban telah memasuki Lashkargah, Ibu Kota provinsi selatan Helmand, hanya sehari sebelumnya.
Baca juga: Taliban Masuk Ibu Kota Provinsi Helmand, Perang Sengit dengan Pasukan Afghanistan
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa insiden di Herat bisa saja terjadi karena baku tembak, dan mengklaim bahwa kompleks itu "aman" dan "tidak ada masalah" setelah pejuang Taliban tiba.
"Kantor UNAMA terletak di dekat medan perang, yang mungkin telah dirusak oleh penjaga selama perang dan tembakan timbal balik," kata Mujahid di Twitter.
"Tapi ketika Mujahidin tiba di sana, kantor aman, mereka tidak perlu khawatir," sambungnya.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS sangat mengutuk serangan itu dan menekankan perlunya untuk mengakhiri kekerasan yang sedang berlangsung di Afghanistan.
Herat adalah Ibu Kota provinsi kedua yang diserbu Taliban dalam 24 jam terakhir, menurut Reuters. Pejuang Taliban telah memasuki Lashkargah, Ibu Kota provinsi selatan Helmand, hanya sehari sebelumnya.
Baca juga: Taliban Masuk Ibu Kota Provinsi Helmand, Perang Sengit dengan Pasukan Afghanistan
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa insiden di Herat bisa saja terjadi karena baku tembak, dan mengklaim bahwa kompleks itu "aman" dan "tidak ada masalah" setelah pejuang Taliban tiba.
"Kantor UNAMA terletak di dekat medan perang, yang mungkin telah dirusak oleh penjaga selama perang dan tembakan timbal balik," kata Mujahid di Twitter.
"Tapi ketika Mujahidin tiba di sana, kantor aman, mereka tidak perlu khawatir," sambungnya.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS sangat mengutuk serangan itu dan menekankan perlunya untuk mengakhiri kekerasan yang sedang berlangsung di Afghanistan.
Lihat Juga :