Kapal Induk AS Kawal Kapal Tanker Israel yang Diserang di Lepas Pantai Oman

Sabtu, 31 Juli 2021 - 04:57 WIB
loading...
Kapal Induk AS Kawal...
Kapal induk USS Ronald Reagan Angkatan Laut Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A A A
DOHA - Kapal induk USS Ronald Reagan dan kapal Amerika Serikat (AS) lainnya saat ini sedang mengawal kapal tanker yang dikelola perusahaan Israel .

Kapal tanker Mercer Street milik Jepang tapi dikelola perusahaan pelayaran Israel telah diserang di lepas pantai Oman pada Kamis malam. Dua awak kapal tewas dalam serangan tersebut.

Baca juga: Sumber AS: Iran Tersangka Serangan Kapal Israel Tewaskan 2 Awak

USS Ronald Reagan baru-baru ini dikirim ke Timur Tengah untuk membantu melindungi pasukan Amerika yang ditarik dari Afghanistan.

Seorang pejabat Pentagon kepada Al Arabiya, Sabtu (31/7/2021) mengatakan personel Angkatan Laut AS kini berada di atas kapal Mercer Street.

Menurut pejabat tersebut, anggota dari Armada ke-5 Angkatan Laut AS menanggapi panggilan darurat dari sebuah kapal di perairan internasional pada hari sebelumnya setelah diserang.

Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid menyalahkan Iran atas insiden mematikan itu. Dia mengaku telah memberi tahu menteri luar negeri Inggris tentang perlunya tanggapan keras terhadap insiden tersebut.

“Iran bukan hanya masalah Israel, tetapi pengekspor terorisme, perusakan, dan ketidakstabilan yang merugikan kita semua. Dunia tidak boleh diam menghadapi terorisme Iran yang juga merugikan kebebasan pelayaran,” kata Lapid dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (31/7/2021).

Tidak ada reaksi resmi langsung dari Iran terhadap tuduhan bahwa Teheran diduga berada di balik serangan terhadap kapal

Sebelumnya, perusahaan pelayaran Zodiac Maritime milik pengusaha Israel Eyal Ofer mengatakan kapal M/T Mercer Street diserang di Samudra Hindia Utara pada Kamis malam.

Dua pelaut tewas dalam serangan tersebut. Menurut Zodiac Maritime, kewarganegaraan dua pelaut yang tewas dalam serangan itu adalah Rumania dan Inggris. Perusahaan tidak mengetahui adanya korban cedera lainnya.

Kapal itu, sebuah kapal tanker produk milik Jepang bernama M/T Mercer Street diserang saat berlayar dari Dar es Salaam, Tanzania ke Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA). "Tidak ada kargo di dalamnya," kata Zodiac Maritime dalam sebuah penyataan.

"Kami berkoordinasi dan bekerja sama dengan UKMTO (Operasi Perdagangan Maritim Inggris) dan otoritas terkait lainnya," kata Zodiac Maritime.

Namun, UKMTO mengeluarkan peringatan yang mengategorikan insiden tersebut sebagai serangan "non-pembajakan". Sumber informasi UKMTO adalah pihak ketiga, dan informasi tersebut belum diverifikasi.

"Pelaut disarankan untuk sangat berhati-hati saat transit di area ini," bunyi peringatan UKMTO.

Baca juga: Dua Tewas dalam Serangan terhadap Kapal Israel di Teluk Oman

Meskipun kapal tersebut dimiliki oleh perusahaan Jepang, dan Zodiac Maritime yang berbasis di Monaco serta Zodiac Maritime Office yang berbasis di Inggris mengelola kapal tersebut. Ketua dan manajer Zodiac Maritime adalah pengusaha dan filantropis Israel Eyal Ofer.

Serangan itu awalnya diumumkan oleh Kementerian Pertahanan Inggris dan dilaporkan oleh Associated Press. Kementerian Pertahanan Inggris tidak memberikan rincian lebih lanjut, selain insiden itu terjadi Kamis malam di dekat pulau Masirah 300 km dari Ibu Kota Oman; Muscat, dan sedang diselidiki.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Venezuela Masih Mencekam...
Venezuela Masih Mencekam Diguncang Gempa Susulan, Korban Tewas dan Hilang Terus Bertambah
Rekomendasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved