Merasa Bersalah, Hale Ungkap Drone AS Bunuh Warga Afghanistan Tanpa Pandang Bulu

Jum'at, 30 Juli 2021 - 04:15 WIB
loading...
A A A
“Anda tidak dituntut karena berbicara tentang program drone yang membunuh orang yang tidak bersalah,” kata O'Grady. “Anda bisa menjadi pelapor [whistleblower]...tanpa mengambil dokumen-dokumen ini.”

Tuduhan diajukan terhadap Hale di tengah tindakan keras terhadap kebocoran pemerintah oleh pemerintahan sebelumnya, yakni pemerintahan Donald Trump. Penuntutan itu adalah satu dari serangkaian kasus yang diajukan departemen kehakiman dalam beberapa tahun terakhir terhadap pejabat pemerintah saat ini dan mantan pejabat yang telah mengungkapkan rahasia rahasia kepada wartawan.

Baca juga: Kisah Tragis Sohail Pardis, Penerjemah untuk Militer AS yang Dipenggal Taliban

Seperti dalam kasus kebocoran lainnya, argumen pada hari Selasa kurang tentang apakah Hale secara ilegal berbagi informasi—dia telah secara terbuka mengakui telah melakukannya—dan lebih banyak tentang apakah tindakan tersebut merugikan keamanan
nasional dan sejauh mana motifnya harus diperhitungkan.

Jaksa telah meminta hukuman sembilan tahun, yang akan menjadi hukuman terlama dalam kasus kebocoran.

Jaksa berpendapat bahwa Hale, yang dikerahkan ke Afghanistan pada Agustus 2012 dan diberhentikan dengan hormat kurang dari setahun kemudian, menyalahgunakan kepercayaan pemerintah dan mengetahui bahwa dokumen yang dia bagikan berisiko menyebabkan kerusakan serius, dan dalam beberapa kasus sangat serius, terhadap keamanan nasional, tapi tetap membocorkannya.

Jaksa mengatakan dokumen yang dibocorkan oleh Hale ditemukan dalam kompilasi materi internet yang dirancang untuk membantu para milisi ISIS menghindari deteksi.

“Sebagai akibat dari tindakan Hale, teroris paling kejam di dunia memperoleh dokumen yang diklasifikasikan oleh Amerika Serikat sebagai 'Secret' dan 'Top Secret'—dan berpikir bahwa dokumen tersebut cukup berharga untuk disebarluaskan kepada pengikut
mereka sendiri di manual sendiri,” tulis jaksa dalam sebuah dokumen pengadilan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
Pesan Komisi III DPR...
Pesan Komisi III DPR ke Plt Jampidsus Rudi Margono: Tugas Anda Berat
Ketum DPP Rekat Indonesia...
Ketum DPP Rekat Indonesia Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat Korupsi
Mega Korupsi Penegak...
Mega Korupsi Penegak Hukum Merusak Ekonomi Negara
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Infografis
Elon Musk: Drone Murah...
Elon Musk: Drone Murah China Bisa Hancurkan Jet Tempur F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved