Merasa Bersalah, Hale Ungkap Drone AS Bunuh Warga Afghanistan Tanpa Pandang Bulu

Jum'at, 30 Juli 2021 - 04:15 WIB
loading...
A A A
Sebagai seorang analis intelijen sinyal, pekerjaan Hale ketika dia dikerahkan ke Afghanistan mensyaratkan lokasi target serangan pesawat tak berawak dan melacak sinyal ponsel yang terkait dengan orang-orang yang diyakini sebagai milisi musuh.

Setelah meninggalkan Angkatan Udara, Hale—merasa bersalah atas perannya dan percaya bahwa dia dapat membuat perbedaan dalam bagaimana serangan yang ditargetkan dilakukan—berbagi dengan seorang jurnalis yang sebelumnya menemukan dokumen yang menunjukkan program drone tidak setepat yang diklaim pemerintah dalam hal untuk menghindari kematian
warga sipil.

Dia menggambarkan dalam surat tulisan tangan 11 halaman dari penjara di mana dia mengaku merasakan kengerian ketika dia menonton video warga sipil Afghanistan yang terbunuh sebagian karena pekerjaan yang telah dia lakukan untuk melacak mereka.

"Tidak sehari pun saya tidak mempertanyakan pembenaran atas tindakan saya," tulis Hale.

Pengacaranya berargumen dalam dokumen pengadilan bahwa motif altruistiknya, dan fakta bahwa pemerintah tidak menunjukkan bahwa ada kerugian nyata yang terjadi dari kebocoran tersebut, harus dipertimbangkan untuk menjatuhkan hukuman yang ringan.

“Dia melakukan pelanggaran karena menarik perhatian pada apa yang dia yakini menjadi perilaku pemerintah yang tidak bermoral yang dilakukan di bawah selubung kerahasiaan dan bertentangan dengan pernyataan publik Presiden Obama saat itu mengenai dugaan ketepatan program drone militer Amerika Serikat,” tulis tim pengacara Hale seperti dikutip The Guardian.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Parah! Siswa SMA Ini...
Parah! Siswa SMA Ini Masukkan Spermanya ke Tumbler Guru Perempuan
Rekomendasi
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
Houthi Tembak Jatuh...
Houthi Tembak Jatuh Drone AS dengan Rudal Buatan Lokal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved