Maroko Tangkap Aktivis Uighur Atas Permintaan China
Rabu, 28 Juli 2021 - 09:43 WIB
loading...
A
A
A
Polisi Maroko tidak secara terbuka menyebutkan nama pria yang ditangkap, tetapi organisasi non-pemerintah Safeguard Defenders mengidentifikasinya sebagai Aishan. Kelompok ini mengkhususkan diri dalam kasus-kasus orang yang ditahan oleh China.
Aishan, seorang insinyur komputer berusia 33 tahun dan ayah dari tiga anak, telah tinggal di Turki sejak 2012, di mana ia bekerja sebagai perancang web dan aktivis serta memiliki dokumen residensi, menurut teman dan koleganya, Abduweli Ayup. Aishan bekerja di surat kabar online diaspora Uighur dan membantu aktivis lain dalam penjangkauan media dan mengumpulkan kesaksian pelecehan di provinsi Xinjiang China.
Ayup mengatakan setelah penangkapan berulang kali di Turki, Aishan meninggalkan Istanbul menuju Casablanca pada malam 19 Juli. Aishan menelepon istrinya pada hari Sabtu dan mengatakan dia dideportasi, menurut Ayup, yang berhubungan dengan keluarga Aishan. Tuduhan yang tepat terhadapnya tidak diketahui.
Baca juga: Erdogan kepada Xi Jinping: Muslim Uighur Harus Setara dengan Warga China
Interpol dan Kedutaan Besar China di Maroko tidak segera menanggapi permintaan komentar atas penangkapan tersebut.
Maroko meratifikasi perjanjian ekstradisi dengan China pada 2017, di antara beberapa perjanjian serupa yang dibuat China dalam beberapa tahun terakhir.
Aishan, seorang insinyur komputer berusia 33 tahun dan ayah dari tiga anak, telah tinggal di Turki sejak 2012, di mana ia bekerja sebagai perancang web dan aktivis serta memiliki dokumen residensi, menurut teman dan koleganya, Abduweli Ayup. Aishan bekerja di surat kabar online diaspora Uighur dan membantu aktivis lain dalam penjangkauan media dan mengumpulkan kesaksian pelecehan di provinsi Xinjiang China.
Ayup mengatakan setelah penangkapan berulang kali di Turki, Aishan meninggalkan Istanbul menuju Casablanca pada malam 19 Juli. Aishan menelepon istrinya pada hari Sabtu dan mengatakan dia dideportasi, menurut Ayup, yang berhubungan dengan keluarga Aishan. Tuduhan yang tepat terhadapnya tidak diketahui.
Baca juga: Erdogan kepada Xi Jinping: Muslim Uighur Harus Setara dengan Warga China
Interpol dan Kedutaan Besar China di Maroko tidak segera menanggapi permintaan komentar atas penangkapan tersebut.
Maroko meratifikasi perjanjian ekstradisi dengan China pada 2017, di antara beberapa perjanjian serupa yang dibuat China dalam beberapa tahun terakhir.
Lihat Juga :