Maroko Tangkap Aktivis Uighur Atas Permintaan China

Rabu, 28 Juli 2021 - 09:43 WIB
loading...
Maroko Tangkap Aktivis...
Maroko dilaporkan telah menangkap seorang aktivis Uighur, Yidiresi Aishan, atas permintaan China melalui red notice Interpol. Foto/Independent
A A A
RABAT - Pihak berwenang Maroko telah menangkap seorang aktivis Uighur di pengasingan berdasarkan surat perintah terorisme China yang didistribusikan oleh Interpol . Begitu informasi dari polisi Maroko dan kelompok hak asasi manusia yang melacak orang-orang yang ditahan oleh China.

Aktivis khawatir Yidiresi Aishan akan diekstradisi ke China, dan mengatakan penangkapan itu didorong oleh politik serta bagian dari kampanye China yang lebih luas untuk memburu pembangkang yang dianggap di luar perbatasannya.

Direktorat Jenderal Keamanan Nasional Maroko mengatakan bahwa seorang warga negara China ditangkap setelah mendarat di Bandara Internasional Mohammed V di Casablanca pada 20 Juli, setibanya dari Istanbul.

"Dia menjadi subjek red notice yang dikeluarkan oleh Interpol karena dicurigai memiliki organisasi dalam daftar organisasi teroris," kata direktorat tersebut seperti dikutip dari AP, Rabu (28/7/2021).



Direktorat tersebut mengatakan red notice – setara dengan dimasukkan ke dalam daftar paling dicari Interpol – dikeluarkan atas permintaan China, yang berusaha untuk ekstradisinya. Dikatakan pihak berwenang Maroko memberi tahu Interpol dan pihak berwenang China tentang penangkapan itu, dan warga negara China itu dirujuk ke jaksa sambil menunggu prosedur ekstradisi.

Polisi Maroko tidak secara terbuka menyebutkan nama pria yang ditangkap, tetapi organisasi non-pemerintah Safeguard Defenders mengidentifikasinya sebagai Aishan. Kelompok ini mengkhususkan diri dalam kasus-kasus orang yang ditahan oleh China.

Aishan, seorang insinyur komputer berusia 33 tahun dan ayah dari tiga anak, telah tinggal di Turki sejak 2012, di mana ia bekerja sebagai perancang web dan aktivis serta memiliki dokumen residensi, menurut teman dan koleganya, Abduweli Ayup. Aishan bekerja di surat kabar online diaspora Uighur dan membantu aktivis lain dalam penjangkauan media dan mengumpulkan kesaksian pelecehan di provinsi Xinjiang China.

Ayup mengatakan setelah penangkapan berulang kali di Turki, Aishan meninggalkan Istanbul menuju Casablanca pada malam 19 Juli. Aishan menelepon istrinya pada hari Sabtu dan mengatakan dia dideportasi, menurut Ayup, yang berhubungan dengan keluarga Aishan. Tuduhan yang tepat terhadapnya tidak diketahui.

Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Militer China Kepung...
Militer China Kepung Taiwan untuk Simulasi Invasi Besar-besaran, AS Tak Bisa Berbuat Banyak
China Gelar Latihan...
China Gelar Latihan Militer Dekat Taiwan, AS Kirim Jet Tempur F-16 Block 70 Viper
Wanita Ini Manjakan...
Wanita Ini Manjakan Selingkuhannya dengan Barang Mewah, Sementara Suaminya Hidup Hemat
5 Strategi Baru China...
5 Strategi Baru China untuk Invasi Taiwan pada 2027, dari Dermaga yang Bisa Dipindahkan hingga Pemotong Kabel Laut
Warga Maroko Dipenjara...
Warga Maroko Dipenjara karena Kritik Arab Saudi terkait Genosida Gaza
Kocak! Penerbangan United...
Kocak! Penerbangan United Airlines ke China Putar Balik setelah Pilot Sadar Dia Lupa Bawa Paspor
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Gempa Tembus 3000 Orang, Pemimpin Junta Militer Tinggalkan Myanmar
Daftar Lengkap Negara...
Daftar Lengkap Negara Dikenakan Tarif Masuk oleh Trump, Paling Tinggi Kamboja 49 Persen
Rekomendasi
Saksikan Malam Ini di...
Saksikan Malam Ini di INTERUPSI Siapa Suruh Datang Jakarta? Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, Chico Hakim, dan Narasumber Lainnya, Live di iNews
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Ratusan Negara Lainnya
Selatan Jakarta Padam...
Selatan Jakarta Padam Listrik karena Cuaca Ekstrem, PLN Siaga
Berita Terkini
Batu Ini Jadi Pengganjal...
Batu Ini Jadi Pengganjal Pintu selama Puluhan Tahun, Ternyata Nilainya Rp18 Miliar
10 menit yang lalu
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
1 jam yang lalu
AS Bimbang, Ini 3 Negara...
AS Bimbang, Ini 3 Negara NATO yang Masih Menghalangi Kemenangan Rusia di Ukraina
2 jam yang lalu
Otoritas Palestina Kecam...
Otoritas Palestina Kecam Rencana Israel Makin Pecah Belah Wilayah Gaza
3 jam yang lalu
Trump Permudah Aturan...
Trump Permudah Aturan Ekspor Senjata, Dunia Terancam Perang Besar?
4 jam yang lalu
Mahasiswa Yahudi Merantai...
Mahasiswa Yahudi Merantai Diri di Gerbang Universitas Columbia, Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
5 jam yang lalu
Infografis
Mengapa Taiwan Khawatir...
Mengapa Taiwan Khawatir akan Diinvasi China pada 2027?
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved