Protes Pecah di Pemakaman Presiden Haiti, Para Tamu Lari Cari Perlindungan
Sabtu, 24 Juli 2021 - 01:14 WIB
loading...
A
A
A
Serangan itu dilakukan oleh kelompok yang mencakup 26 mantan tentara Kolombia, setidaknya enam di antaranya sebelumnya telah menerima pelatihan militer Amerika Serikat (AS). Orang Amerika Haiti juga termasuk di antara para tersangka.
Baca juga: Para Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Ternyata Informan DEA dan FBI
Tentara bayaran itu menyamar sebagai agen badan anti narkoba AS, DEA, yang membantu mereka memasuki rumah Moise tanpa perlawanan dari petugas keamanannya, kata pihak berwenang. Setidaknya satu dari pria yang ditangkap, seorang warga Amerika Haiti, sebelumnya bekerja sebagai informan untuk DEA.
Gejolak itu telah mendorong Haiti ke top prioritas kebijakan luar negeri Presiden AS Joe Biden. Pada hari Kamis waktu setempat, Departemen Luar Negeri AS menunjuk seorang utusan khusus untuk negara itu. Biden telah menolak permintaan para pemimpin sementara Haiti untuk mengirim pasukan guna melindungi infrastruktur.
Moise sendiri menghadapi aksi protes besar. Dalam audit senat ia dituduh terlibat dalam penggelapan dana lebih dari USD2 miliar bantuan Venezuela, dan membuat marah lawan-lawannya dengan mengeluarkan dekrit dan berusaha memperluas kekuasaan presiden.
Kekerasan geng pun melonjak di bawah pengawasannya dan ekonomi menderita.
Namun, dukungan tampak kuat di kota kelahirannya. Spanduk menyambut Moise menghiasi bangunan di sepanjang jalan sempit kota tua Cap-Haitien, dengan proklamasi dalam bahasa Kreol termasuk, "Mereka membunuh tubuhnya, tetapi mimpinya tidak akan pernah mati," dan "Jovenel Moise - pembela orang miskin."
Baca juga: Para Tersangka Pembunuhan Presiden Haiti Ternyata Informan DEA dan FBI
Tentara bayaran itu menyamar sebagai agen badan anti narkoba AS, DEA, yang membantu mereka memasuki rumah Moise tanpa perlawanan dari petugas keamanannya, kata pihak berwenang. Setidaknya satu dari pria yang ditangkap, seorang warga Amerika Haiti, sebelumnya bekerja sebagai informan untuk DEA.
Gejolak itu telah mendorong Haiti ke top prioritas kebijakan luar negeri Presiden AS Joe Biden. Pada hari Kamis waktu setempat, Departemen Luar Negeri AS menunjuk seorang utusan khusus untuk negara itu. Biden telah menolak permintaan para pemimpin sementara Haiti untuk mengirim pasukan guna melindungi infrastruktur.
Moise sendiri menghadapi aksi protes besar. Dalam audit senat ia dituduh terlibat dalam penggelapan dana lebih dari USD2 miliar bantuan Venezuela, dan membuat marah lawan-lawannya dengan mengeluarkan dekrit dan berusaha memperluas kekuasaan presiden.
Kekerasan geng pun melonjak di bawah pengawasannya dan ekonomi menderita.
Namun, dukungan tampak kuat di kota kelahirannya. Spanduk menyambut Moise menghiasi bangunan di sepanjang jalan sempit kota tua Cap-Haitien, dengan proklamasi dalam bahasa Kreol termasuk, "Mereka membunuh tubuhnya, tetapi mimpinya tidak akan pernah mati," dan "Jovenel Moise - pembela orang miskin."
(ian)
Lihat Juga :