Serangan Kian Hebat, Taliban Klaim Kuasai 90% Perbatasan Afghanistan
Jum'at, 23 Juli 2021 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
“Tidak ada militan dari Asia Tengah atau China di kabupaten itu,” imbuh dia.
Baca juga: Sistem Rudal Buatan Rusia Tembak Jatuh Seluruh Rudal Israel di Homs Suriah
Mujahid juga mengatakan bahwa setelah penarikan pasukan AS dan sekutunya, Taliban tidak akan mentoleransi pasukan asing di negara itu, termasuk dari Turki yang telah melakukan pembicaraan dengan Washington tentang mengambil alih pengelolaan bandara Kabul.
“Kami telah menolak posisi Turki dan mengatakan bahwa setelah penarikan AS dari Afghanistan, kami tidak akan membiarkan pasukan asing lainnya tetap berada di negara ini dengan dalih apa pun,” kata Mujahid.
Tajikistan, negara pecahan Soviet, yang berbatasan dengan Afghanistan, mengadakan inspeksi militer skala besar—yang pertama dalam sejarah 30 tahun negara itu.
Serangan Taliban dalam beberapa pekan terakhir telah memaksa para pengungsi Afghanistan dan pasukan pemerintah untuk menyeberangi perbatasan Tajikistan.
Rusia, yang mempertahankan pangkalan militer di Asia Tengah, mengatakan akan menggelar latihan militer dengan Tajikistan dan Uzbekistan di dekat perbatasan dengan Afghanistan bulan depan.
Sementara itu, perwira tinggi militer AS; Jenderal Mark A Milley, memberikan penilaian muram tentang situasi keamanan di Afghanistan, dengan mengatakan Taliban telah merebut "momentum strategis" atas pasukan militer Afghanistan untuk memprioritaskan perlindungan kota-kota penting, termasuk Kabul, Ibu Kota Afghanistan.
Baca juga: Sistem Rudal Buatan Rusia Tembak Jatuh Seluruh Rudal Israel di Homs Suriah
Mujahid juga mengatakan bahwa setelah penarikan pasukan AS dan sekutunya, Taliban tidak akan mentoleransi pasukan asing di negara itu, termasuk dari Turki yang telah melakukan pembicaraan dengan Washington tentang mengambil alih pengelolaan bandara Kabul.
“Kami telah menolak posisi Turki dan mengatakan bahwa setelah penarikan AS dari Afghanistan, kami tidak akan membiarkan pasukan asing lainnya tetap berada di negara ini dengan dalih apa pun,” kata Mujahid.
Tajikistan, negara pecahan Soviet, yang berbatasan dengan Afghanistan, mengadakan inspeksi militer skala besar—yang pertama dalam sejarah 30 tahun negara itu.
Serangan Taliban dalam beberapa pekan terakhir telah memaksa para pengungsi Afghanistan dan pasukan pemerintah untuk menyeberangi perbatasan Tajikistan.
Rusia, yang mempertahankan pangkalan militer di Asia Tengah, mengatakan akan menggelar latihan militer dengan Tajikistan dan Uzbekistan di dekat perbatasan dengan Afghanistan bulan depan.
Sementara itu, perwira tinggi militer AS; Jenderal Mark A Milley, memberikan penilaian muram tentang situasi keamanan di Afghanistan, dengan mengatakan Taliban telah merebut "momentum strategis" atas pasukan militer Afghanistan untuk memprioritaskan perlindungan kota-kota penting, termasuk Kabul, Ibu Kota Afghanistan.
Lihat Juga :