Taktik Perang Dingin, CIA Bakal Kerahkan Spesialis China untuk Lawan China

Jum'at, 23 Juli 2021 - 08:34 WIB
loading...
Taktik Perang Dingin,...
Bendera nasional China dan AS berkibar di dekat US Capitol, Washington, saat pertemuan kedua pemimpin tahun 2011. Foto/REUTERS/Hyungwon Kang
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) berencana mengerahkan para spesialis China untuk menghadapi Beijing dalam persaingan yang semakin memanas. Rencana ini dipaparkan Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) William Burns.

CIA mengakui cara tersebut meniru apa yang sudah dilakukan Amerika ketika terlibat Perang Dingin dengan Uni Soviet di masa silam.

Baca juga: Sistem Rudal Buatan Rusia Tembak Jatuh Seluruh Rudal Israel di Homs Suriah

“Selama Perang Dingin, baik di Departemen Luar Negeri maupun di CIA, kami dengan tepat mengerahkan spesialis Soviet untuk membantu memastikan bahwa kami dapat bersaing secara efektif," kata Burns dalam sebuah wawancara hari Kamis dengan NPR yang dilansir Jumat (23/7/2021).

"Saya pikir hal yang sama juga benar dan ini adalah salah satu hal yang saya jajaki sekarang, untuk menyebarkan spesialis China—apakah itu petugas operasi, analis, juga teknolog—untuk membuat kami lebih efektif dalam kompetisi tersebut, dalam persaingan di lapangan juga," lanjut Burns.

Burns mengatakan China adalah tantangan geopolitik terbesar bagi AS di abad ke-21, dan bahwa sektor teknologi adalah area persaingan terbesar antara kedua negara.

Burns menambahkan kemampuan pengawasan teknis canggih China seperti smart cities [kota pintar] telah membuatnya tetap berada di depan dinas intelijen China dan melakukan spionase di luar negeri menjadi jauh lebih rumit.

Sebagai respons, kata Burns, CIA juga harus mengubah keahliannya sendiri.

Baca juga: Militer AS Bombardir Somalia untuk Pertama Kalinya di Era Biden

Dalam wawancaranya, bos CIA juga menuduh Rusia berada di balik apa yang disebut seragan "sindrom Havana" yang memengaruhi kesehatan para diplomat AS di Kuba. Hanya saja, tuduhan ini tak disertai dengan paparan bukti.

"Bisa saja, tapi sejujurnya saya tidak bisa—saya tidak ingin bersugesti sampai kita dapat menarik kesimpulan yang lebih pasti siapa itu. Tapi ada beberapa kemungkinan," kata Burns ketika ditanya apakah Rusia berada di belakang serangan "sindrom Havana".

Selama bertahun-tahun, tuduhan serupa terhadap Rusia tentang jenis serangan ini telah muncul di media Amerika dari waktu ke waktu, di mana Moskow berulang kali menyangkalnya.

Pada tahun 2017, Kementerian Luar Negeri Rusia menganggap tuduhan AS itu benar-benar tidak masuk akal dan aneh.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Prancis Terpanggang!...
Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia
Rekomendasi
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved