Polisi Gagalkan Rencana Pembunuhan Presiden Madagaskar
Jum'at, 23 Juli 2021 - 03:37 WIB
loading...
A
A
A
Madagaskar memiliki sejarah kekerasan politik. Mantan pemimpin kudeta Andry Rajoelina (44) dilantik sebagai presiden pada 2019 setelah melalui perjuangan yang keras di pemilu dan mahkamah konstitusi dari pesaingnya.
Rajoelina pertama kali merebut kekuasaan di bekas jajahan Prancis yang sangat miskin berpenduduk 26 juta jiwa dalam kudeta Maret 2009, menggulingkan Marc Ravalomanana. Dia tetap memegang kendali sebagai kepala pemerintahan transisi hingga 2014.
Baca juga: Oliver Stone: Pembunuhan JFK Operasi Hitam Terorganisir
Dalam pemilihan 2019, Ravalomanana menantang Rajoelina, kalah, dan menuding telah terjadi kecurangan.
Sembilan dari 10 orang Madagaskar hidup dengan kurang dari USD2 per hari. Perubahan iklim dan penggundulan hutan telah memperburuk kekeringan terburuk selama empat dekade di selatan pulau itu.
Rajoelina pertama kali merebut kekuasaan di bekas jajahan Prancis yang sangat miskin berpenduduk 26 juta jiwa dalam kudeta Maret 2009, menggulingkan Marc Ravalomanana. Dia tetap memegang kendali sebagai kepala pemerintahan transisi hingga 2014.
Baca juga: Oliver Stone: Pembunuhan JFK Operasi Hitam Terorganisir
Dalam pemilihan 2019, Ravalomanana menantang Rajoelina, kalah, dan menuding telah terjadi kecurangan.
Sembilan dari 10 orang Madagaskar hidup dengan kurang dari USD2 per hari. Perubahan iklim dan penggundulan hutan telah memperburuk kekeringan terburuk selama empat dekade di selatan pulau itu.
(ian)
Lihat Juga :