Ogah Pulangkan 31 Ton Emas Venezuela, Inggris Kembali Dukung Guaido

Senin, 19 Juli 2021 - 10:37 WIB
loading...
A A A
Pada Februari 2019, Inggris bergabung dengan lusinan negara lain dalam mendukung klaim Guaido sebagai presiden yang sah. Pada bulan April, Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi terhadap BCV, menuduh Maduro menggunakannya untuk "menjarah" aset Venezuela untuk memperkaya "orang dalam" yang korup.

Sebelum dijatuhi sanksi, Venezuela melunasi beberapa transaksi pertukaran emas yang telah disepakati BCV dengan Deutsche Bank pada tahun-tahun sebelumnya, kata orang-orang yang mengetahui kesepakatan itu. Itu mengakibatkan 17 ton emas yang disimpan di brankas BoE dikembalikan ke kendali BCV, sehingga kepemilikannya di sana menjadi 31 ton, sekitar seperempat dari total cadangan emas Venezuela.

Sanksi tersebut kemudian memicu penghentian awal pertukaran emas lainnya yang dilakukan antara BCV dan Deutsche Bank, melepaskan lebih banyak emas ke BCV. Demikian kronologi versi tim hukum Guaido yang diajukan dalam kasus pengadilan sebelumnya.

Tim Guaido meminta pengadilan Inggris untuk menentukan siapa yang berwenang mewakili BCV dan menerima emas.

Uni Eropa, yang secara resmi ditinggalkan Inggris pada awal tahun, mengatakan pada Januari bahwa mereka tidak bisa lagi secara hukum mengakui Guaido sebagai presiden Venezuela setelah ia kehilangan posisinya sebagai kepala parlemen usai pemilihan legislatif pada bulan Desember, meskipun Uni Eropa tidak mengakui pemilihan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat M 7,8 di Filipina Bertambah Jadi 53 Orang
Unik! Polisi Peru Nyamar...
Unik! Polisi Peru Nyamar Jadi Maskot Piala Dunia 2026 saat Tangkap Pengedar Narkoba
Rekomendasi
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Berita Terkini
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
Infografis
Bongkahan Emas Terbesar...
Bongkahan Emas Terbesar di Inggris Ditemukan Pemburu Harta Karun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved