Ogah Pulangkan 31 Ton Emas Venezuela, Inggris Kembali Dukung Guaido
Senin, 19 Juli 2021 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
"Pemerintah Inggris jelas bahwa Juan Guaido telah diakui oleh Pemerintah Yang Mulia sejak Februari 2019 sebagai satu-satunya Presiden Venezuela yang sah," kata Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris dalam sebuah pernyataan, yang telah diundang oleh Mahkamah Agung untuk mengklarifikasi posisinya menjelang sidang hari ini, seperti dikutip Reuters.
"Dia (Guaido) adalah satu-satunya individu yang diakui memiliki wewenang untuk bertindak atas nama Venezuela sebagai kepala negaranya," imbuh Kantor Kementerian itu, yang menambahkan bahwa negara Amerika Selatan itu membutuhkan "transisi damai menuju demokrasi".
Baca juga: China Ancam Membom Nuklir Jepang Tanpa Henti Jika Bela Taiwan
Perselisihan atas emas dimulai pada Mei 2018 ketika Maduro memenangkan kembali pemilu dalam pemungutan suara yang diboikot oleh koalisi oposisi utama dan disebut sebagai pemilu palsu. Setelah itu, Boris Johnson, yang saat itu menjadi menteri luar negeri Inggris, mengatakan: “Kita mungkin harus mengencangkan sekrup ekonomi di Venezuela.”
Prihatin dengan sanksi yang meningkat terhadap pemerintah Maduro, BCV mengatakan kepada BoE bahwa mereka ingin membawa pulang 14 ton emas yang telah disimpan di sana.
Sekitar akhir tahun 2018, presiden BCV Calixto Ortega melakukan perjalanan ke London untuk membahas masalah tersebut dengan pejabat BoE. Hal itu diungkap Sarosh Zaiwalla, seorang pengacara yang berbasis di London yang mewakili BCV. Namun, Ortega diberitahu bahwa ada masalah dengan otoritasnya.
"Dia (Guaido) adalah satu-satunya individu yang diakui memiliki wewenang untuk bertindak atas nama Venezuela sebagai kepala negaranya," imbuh Kantor Kementerian itu, yang menambahkan bahwa negara Amerika Selatan itu membutuhkan "transisi damai menuju demokrasi".
Baca juga: China Ancam Membom Nuklir Jepang Tanpa Henti Jika Bela Taiwan
Perselisihan atas emas dimulai pada Mei 2018 ketika Maduro memenangkan kembali pemilu dalam pemungutan suara yang diboikot oleh koalisi oposisi utama dan disebut sebagai pemilu palsu. Setelah itu, Boris Johnson, yang saat itu menjadi menteri luar negeri Inggris, mengatakan: “Kita mungkin harus mengencangkan sekrup ekonomi di Venezuela.”
Prihatin dengan sanksi yang meningkat terhadap pemerintah Maduro, BCV mengatakan kepada BoE bahwa mereka ingin membawa pulang 14 ton emas yang telah disimpan di sana.
Sekitar akhir tahun 2018, presiden BCV Calixto Ortega melakukan perjalanan ke London untuk membahas masalah tersebut dengan pejabat BoE. Hal itu diungkap Sarosh Zaiwalla, seorang pengacara yang berbasis di London yang mewakili BCV. Namun, Ortega diberitahu bahwa ada masalah dengan otoritasnya.
Lihat Juga :