Terungkap, AS Kekurangan Sistem Penangkal Rudal Hipersonik Rusia

Minggu, 18 Juli 2021 - 11:12 WIB
loading...
A A A
Sementara itu China diasumsikan telah mengerahkan DF-ZF – kendaraan luncur hipersonik, pada awal 2020, setelah mengujinya setidaknya sembilan kali sejak 2014, menurut intelijen AS.

Laporan penelitian itu mengeluhkan kurangnya misi yang jelas untuk senjata hipersonik oleh Pentagon, yang dikatakan mempersulit militer untuk menyeimbangkan pertimbangan R&D, produksi dan penyebaran. Laporan ini juga menunjukkan "implikasi strategis" tertentu dari jenis senjata baru, terutama waktu penerbangannya yang singkat, yang, pada gilirannya, memampatkan garis waktu untuk respons, serta ketidakpastian terkait dengan kemampuan manuver hipersonik.

Mengutip penilaian PBB, laporan tersebut menyimpulkan bahwa hipersonik dapat dilihat sebagai senjata strategis, bahkan jika mereka dipersenjatai secara konvensional, dan dapat mengakibatkan penggunaan senjata nuklir oleh musuh. Oleh karena itu, Badan Riset Kongres merekomendasikan untuk menambahkan senjata semacam itu dalam perjanjian pengendalian senjata internasional yang baru.

Baca juga: China Kembangkan Gerombolan Rudal Hipersonik untuk Banjiri Pertahanan Misil Musuh

Pejabat pemerintah Rusia dan perencana militer telah berulang kali menekankan bahwa doktrin strategis mereka ditujukan untuk mencegah agresi, termasuk dalam bentuk konsep 'Prompt Global Strike' – yaitu serangan pertama musuh konvensional dipandu presisi massal dimaksudkan untuk memenggal pertahanan Moskow dan kemampuan respon nuklir.

Doktrin nuklir Rusia mengikat negara itu untuk tidak menjadi yang pertama menggunakan senjata nuklir, tetapi juga memberikan hak kepada Moskow untuk membalas dengan nuklir sebagai tanggapan atas agresi konvensional yang begitu parah sehingga mengancam kelangsungan hidup negara.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
30 Warga Sipil dan 7...
30 Warga Sipil dan 7 Tentara Iran Tewas dalam Serangan AS
Trump: AS Akan Hancurkan...
Trump: AS Akan Hancurkan Jembatan dan Pembangkit Listrik Iran
Rekomendasi
Di Forum BRICS 2026,...
Di Forum BRICS 2026, KSPSI AGN Dorong AI Berpihak pada Pekerja
Rodri Semprot FIFA:...
Rodri Semprot FIFA: Wasit Abai Lindungi Yamal
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
Berita Terkini
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved